Selain isu pendidikan dan fasilitas olahraga, warga juga menyampaikan berbagai permasalahan lain seperti kualitas air PDAM yang buruk serta penurunan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah. Menanggapi masalah PDAM Surabaya, tak berlama-lama, Yona Bagus Widyatmoko, ketua Komisi A DPRD Surabaya yang turut hadir dalam acara tersebut, langsung berkoordinasi dengan Direktur Utama PDAM Surabaya.
Baca Juga: Eri Cahyadi Hadiri Retret Akmil, DPRD Surabaya: Keputusan Bijak!
"Terkait debit air kecil, PDAM janji sudah menginstruksikan petugas lapangan dan segera ditangani," sela Yona Bagus, sembari menunjukkan hasil komunikasinya dengan Dirut PDAM Surya Sembada.
Terkait penurunan anggaran BOS yang berimbas pada madrasah, Cahyo berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat agar tidak memberatkan pihak sekolah dan orang tua murid.
“Kami akan mengupayakan agar ada kejelasan terkait kebijakan ini. Jangan sampai madrasah yang selama ini berjuang untuk pendidikan gratis justru semakin terbebani,” tegasnya.
Baca Juga: Ingatkan Dinkes, Komisi D: 'Jangan Sembarangan dalam Menyampaikan Program'
Warga juga mengusulkan dukungan untuk pemeliharaan Punden Buyut Canting, yang kerap menjadi lokasi ritual pariwisata maupun kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
Menanggapi hal ini, Cahyo berkomitmen untuk melihat kondisi punden secara langsung dan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata agar intervensi yang dilakukan dapat lebih maksimal. "Kita akan lihat, kemudian kita koordinasikan dengan dinas pariwisata agar intervensi bisa lebih maksimal," janjinya.
Lebih lanjut, Cahyo juga membuka peluang sinergi dengan program Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, yang memiliki berbagai kegiatan kebudayaan seperti wayang, ludruk, dan lainnya. "Dispar Pemprov Jatim juga punya program pariwisata, seperti wayang, ludruk, dll. Nanti kita upayakan untuk bisa bersinergi," tambahnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan, DPRD Surabaya Minta Pemkot Humanis Tertibkan Pengemis dan Pengamen
Dalam reses ini, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi lainnya terkait infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik. Semua masukan yang diterima akan dibahas lebih lanjut untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat.
Dengan berbagai aspirasi yang masuk, Cahyo menutup acara dengan menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat. “Kami di DPRD Jatim hadir untuk menyerap aspirasi warga dan mencari solusi terbaik. Semua masukan yang disampaikan akan kami kawal agar mendapat perhatian dari pihak terkait,” pungkasnya. ***