NAWACITAPOST.COM – Mengakhiri masa reses pertama tahun 2025, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyerap aspirasi warga Kedurus II Buyut RW 02, Kelurahan Kedurus, Karang Pilang, Surabaya, pada Kamis malam (27/2).
Dalam kesempatan ini, warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait belum adanya SMA/SMK negeri di Kecamatan Karang Pilang serta kebutuhan akan lapangan sepak bola di Kelurahan Kedurus.
Salah satu keluhan utama yang mencuat dalam diskusi adalah sulitnya akses pendidikan negeri bagi warga Karang Pilang. Hingga saat ini, kecamatan tersebut belum memiliki SMA atau SMK negeri, yang menyebabkan banyak orang tua kesulitan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Baca Juga: Reses Cahyo Harjo, Warga Kebraon Keluhkan Minimnya SMA/SMK Negeri dan Fasilitas Rumah Sakit
“Sampai sekarang, belum ada SMA/SMK negeri di Karang Pilang. Setiap PPDB, kami selalu kesulitan karena sekolah negeri terbatas, sedangkan sekolah swasta tidak semua orang tua mampu membiayai,” ungkap salah seorang warga.
Menanggapi hal ini, Cahyo Harjo Prakoso mengakui bahwa terdapat ketimpangan jumlah sekolah negeri di Surabaya. Saat ini, terdapat 284 SD negeri, 63 SMP negeri, tetapi hanya 22 SMA negeri dan 14 SMK negeri.
“Dengan disparitas seperti itu, otomatis akan terjadi ketimpangan. Sistem zonasi sebenarnya baik, tetapi perlu diakui bahwa belum ada keseimbangan jumlah sekolah negeri di setiap wilayah. Jika memang belum ada program pengadaan sekolah negeri di Karang Pilang, kami akan memperjuangkan agar hal ini menjadi perhatian pemerintah provinsi,” jelas Cahyo.
Baca Juga: Komisi A Kritik WFA ASN Surabaya: Jangan Korbankan Pelayanan Publik!
Cahyo juga menambahkan bahwa anggaran pendidikan di Jawa Timur mencapai Rp 31 triliun, tetapi sebagian besar digunakan untuk BOS siswa. Oleh karena itu, pembangunan sekolah negeri harus mempertimbangkan dampaknya terhadap sekolah swasta yang sudah ada.
Selain pendidikan, warga juga menyoroti minimnya fasilitas olahraga di Kedurus. Mereka meminta adanya lapangan sepak bola yang dapat digunakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja untuk beraktivitas positif.
“Kami butuh lapangan sepak bola. Anak-anak di sini tidak punya tempat yang layak untuk bermain dan berolahraga. Jika ada lahan yang bisa digunakan, mohon dibantu untuk diwujudkan,” ujar salah satu warga.
Baca Juga: Komisi D DPRD Surabaya Sidak Puskesmas 24 Jam, Temukan Banyak Kejanggalan
Menanggapi hal ini, Cahyo menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur untuk mencari solusi.
“Kami akan coba bicarakan dengan Dispora dan instansi terkait untuk melihat kemungkinan penyediaan lahan atau revitalisasi fasilitas olahraga di Kedurus,” kata Cahyo.