Selanjutnya bantuan beras dalam rangka perlindungan sosial tahap 2 se-Provinsi Banten sebanyak 105.682 KPM, dimana untuk Kabupaten Pandeglang diberikan sebanyak 12.422 penerima, masing-masing 10 kg beras.
Bantuan pemberdayaan ekonomi keluarga pelatihan tata boga sebanyak 315 penerima berupa Oven Kue Stainles dan Loyang, bantuan ikan konsumsi sebanyak 100 bag, dimana setiap bag-nya terisi 1 Kg.
Lalu bantuan benih ikan air tawar untuk Kabupaten Pandeglang tahap 1 telah didistribusikan sebanyak 452.000 ekor kepada 34 kelompok Budidaya Ikan dan akan di distribusikan sebanyak 150.000 ekor untuk 15 Pembudidaya ikan.
Terakhir bantuan Hibah alat tangkap Ikan kepada Koperasi Badak Cula Satu Panimbang berupa Jaring Purse Seine dan Koperasi Borokoy Cikeusik berupa Jaring gillnet monofilament.
Al Muktabar melanjutkan, data BPS Provinsi Banten menunjukkan angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Banten terjadi penurunan mencapai 1,12 persen pada tahun 2023 ini. Atas hal itu Pemprov mendapatkan penghargaan insentif fiskal mencapai Rp6 miliar lebih yang sepenuhnya dialokasikan untuk penanganan kemiskinan ekstrem.
"Ini merupakan hasil kerja kolaborasi bersama antara Pemprov, OPD terkait, Pemda serta seluruh stakeholder terkait, dimana pemerintah itu mempunyai fungsi melayani, dan mengatur bersama DPRD, dan kita harus guyub seperti ini menjalankan pemerintahan, " ujarnya.
Dikatakan Al Muktabar, tema besar dalam pemberian Bansos ini ada yang charity, artinya bantuan untuk makan sekarang dan besok. Lalu di level kedua lebih meningkat lagi dengan pemberian kail untuk daya dukung yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dimana jika agenda kerjanya baik bisa membantu tetangga lainnya.
"Maka tadi kita berikan secara simbolik bantuan peralatan untuk ibu-ibu rumah tangga membuat panganan, roti dan sebagainya," ucapnya.