Sabtu, 13 Juni 2026

Satu Poli RSD Kertosono Terancam Tutup, Dua Dokter Spesialis Mengundurkan Diri

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 22 November 2023 | 13:25 WIB
Foto jurnalis PT Media Nawacita Indonesia: Direktur RSD Kertosono dr Suharyono ketika dikonfirmasi oleh tim awak media
Foto jurnalis PT Media Nawacita Indonesia: Direktur RSD Kertosono dr Suharyono ketika dikonfirmasi oleh tim awak media

Dokter Spesialis Jantung Mengundurkan Diri, Direktur RSD Kertosono Kesulitan Mencari


Nganjuk, NAWACITApost.com - Salah satu poli Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terancam tutup dikarenakan dua dokter spesialisnya mengundurkan diri.


Informasi yang dihimpun jurnalis Nawacitapost.com poli tersebut adalah poliklinik jantung yang awalnya ada dua tenaga spesialis yakni dr. Achmad Shofwan Hadi, Sp. JP. dan dr. Arman Christiawan, Sp. JP.


Dua dokter tersebut sudah tinggal satu yang masih bertugas di poliklinik RSD Kertosono, Nganjuk, sementara yang satunya sudah meninggalkan RSD Kertosono.


Direktur RSD Kertosono dr Suharyono membenarkan hal tersebut dan hingga saat ini masih berusaha mencari penggantinya.


"Saya masih cari, untuk dokter jantung benar mengundurkan diri, hehehe biasalah," kata direktur RSD dengan santai dan sambil tersenyum di lantai 4 gedung A kepada jurnalis Nawacitapos.com pada Selasa (21/11/2023).




-
Foto jurnalis Nawacitapost.com : Direktur RSD dr Suharyono ketika memberikan penjelasan di lantai 4 gedung A

Lanjut Haryono (panggilan akrab direktur RSD red), dirinya juga telah mendapatkan satu orang tenaga medis yakni Dokter Radiologi.


"Ini saya sudah dapat dokter radiologi satu, jadi saya selama 5 bulan di sini berusaha untuk mengisi yang kosong-kosong, karena sebelum saya menjabat di sini itu, dokter radiologi juga kosong bertahun-tahun, dikarenakan meninggal dunia," ungkap Haryono.


Haryono menambahkan, untuk mencari pengganti tenaga medis tidak semudah yang dibayangkan, sehingga dirinya mengaku kesulitan mencari tenaga medis yang spesialis di bidangnya.


"Untuk mencari tenaga juga sulit, ini saya baru dapat kurang lebih 1 hingga 2 bulan ini, jadi mereka baru berdinas dan bertugas 1 bulan menuju 2 bulan, saya kan dilantik bulan Juni menjadi direktur, dan Agustus saya mulai bekerja," imbuhnya.


Haryono juga menjelaskan, bahwa dirinya berhasil mendapatkan 1 tenaga medis yakni dokter neurologi dan juga dokter spesialis mata.


"Selama saya di sini saya mendapatkan dokter spesialis Neuro, dan juga ibu-ibu kalau nggak salah dokter mata," jelas Haryono dan pada saat itu komunikasi sempat terjeda karena dirinya meninggalkan perbincangan dan memanggil seorang dokter yang sedang melintas.




-
Foto jurnalis Nawacitapost.com: direktur RSD Kertosono dr Suharyono ketika menghampiri dr anestesi yang melintas

Setelah itu direktur RSD kembali ke tempat duduk yang semula bersamaan dengan salah satu dokter yakni dokter spesialis anestesi dan memperkenalkan kepada tim awak media.


"Saya sampai gulung komeng (Jatuh bangun red) lho mencari dokter, bisa ditanya itu ke dokter ini, aku mbok rekam yo mbok rekam yo gak popo (aku direkam ya, direkam juga tidak apa-apa red)," ujar Haryono sambil menunjuk dokter spesialis anestesi itu.


Masih tetap bersama Haryono berkata bahwa, dokter mata akan segera masuk dan bertugas di RSD Kertosono, sementara untuk dokter spesialis jantung singgah saat ini belum mendapatkan tenaga spesialis.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini