Kamis, 4 Juni 2026

Ruang Fiskal Tersedia, Ajeng Wira Wati Minta Pemkot Segera Bangun Sekolah Baru

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 20 Februari 2025 | 16:09 WIB
Ajeng Wira Wati, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus anggota Komisi D (Istimewa-Nawi)
Ajeng Wira Wati, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus anggota Komisi D (Istimewa-Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menambah anggaran revitalisasi sekolah dan pembangunan unit sekolah baru. Menurutnya, dana yang dialokasikan dalam APBD 2025 sebesar Rp 163,41 miliar masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan di kota ini.

"Dengan anggaran yang ada, revitalisasi dan pembangunan sekolah bisa berjalan, tetapi belum cukup untuk menjawab seluruh permasalahan yang ada di lapangan," ujar Ajeng, Rabu (19/2/2025).

Saat ini, Pemkot mengalokasikan Rp 84,95 miliar untuk SMP dan Rp 78,46 miliar untuk SD. Dari anggaran tersebut, pembangunan sekolah baru di jenjang SMP hanya mencakup lima sekolah, dengan masing-masing mendapat Rp 9 miliar. Sedangkan di jenjang SD, hanya ada satu sekolah baru yang dibangun dengan dana Rp 6,7 miliar.

Baca Juga: Raperda RTRW Disahkan, DPRD Ingatkan Sinkronisasi dengan PSN SWL

"Revitalisasi memang ada, tapi jumlahnya terbatas. Untuk SMP, hanya enam sekolah yang direvitalisasi, sementara SD baru mencakup 25 proyek renovasi gedung. Sisanya hanya pekerjaan kecil," jelas Ketua Fraksi Gerindra ini.

Salah satu masalah yang menjadi perhatian Ajeng adalah sekolah yang masih menerapkan dua sesi pembelajaran karena keterbatasan ruang kelas. Menurutnya, kondisi ini bisa menghambat kualitas belajar siswa.

"Belajar pagi dan siang bergantian itu tidak ideal. Ini bisa mengganggu konsentrasi siswa. Maka harus ada solusi cepat, salah satunya dengan menambah ruang kelas," tegasnya.

Baca Juga: Bus Trans Semanggi Kembali Ugal-Ugalan, Josiah Michael Marah! Operator Akan Dipanggil!

Ajeng menilai, Pemkot masih memiliki ruang fiskal yang bisa dimanfaatkan untuk menambah anggaran pendidikan, terutama dari dana yang sebelumnya dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jika ada kendala lahan, sekolah bisa dibangun secara vertikal. Yang penting, kebutuhan ruang kelas bisa terpenuhi agar tidak ada lagi siswa yang harus belajar dalam kondisi tidak nyaman," pungkasnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini