berita-peristiwa

Gemuruh Enam Jam Lahar Dingin Semeru Terjang Lumajang, Tanggul Jebol Ancam Permukiman

Senin, 2 November 2026 | 21:17 WIB
Banjir lahar dingin terjadi di Tempursari, Lumajang usai hujan deras turun di kawasan Puncak Gunung Semeru. (Threads.com/@kaivalyaarunika)

NAWACITAPOST.COM - Gemuruh tak henti melingkupi kawasan lereng Gunung Semeru ketika gelombang banjir lahar dingin mengamuk dan menerjang Dusun Pasir Reji, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/11/2026).
 
Musibah dahsyat ini terpicu oleh guyuran hujan berintensitas sangat tinggi di wilayah puncak yang memicu gelontoran material vulkanik dalam skala masif hingga tak lagi mampu dibendung oleh aliran sungai.

Berdasarkan data resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru, getaran banjir lahar dingin terekam begitu masif pada periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB. Amplitudo maksimum tercatat mencapai angka fantastis 65 mm dengan durasi getaran berlangsung nonstop selama 21.600 detik atau setara enam jam penuh, menegaskan betapa besarnya debit air dan material yang merayap turun dari puncak.
 
Baca Juga: Waspada Aquaplaning: Bahaya Maut Mengintai Pengendara Saat Musim Hujan Tiba

Kondisi atmosfer di sekitar puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut digambarkan sangat mencekam di bawah kungkungan kabut tebal dan cuaca ekstrem.

“Pengamatan visual, Gunung Semeru tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati, kemudian cuaca hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut, serta suhu udara sekitar 19-21 derajat Celcius,” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam keterangannya pada Senin, 2 November 2026.

Kepanikan warga mencekam pesat seiring dengan hancurnya pertahanan fisik di lapangan. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepungan air berarus deras yang menjebol infrastruktur pembatas dan merangsek mendekati permukiman penduduk.

“Izin mengabarkan keadaan pagi ini, tanggul jebol. Aliran (air) melipir ke permukiman warga, ini tanggal 2 November 2026,” ujar perekam video yang diunggah di akun Threads @kaivalyaarunika pada Senin, 2 November 2026.
 
Baca Juga: Yasonna Laoly Tegaskan Politik Adalah Pengabdian dan Perjuangan Aspirasi Rakyat

Situasi krusial tersebut turut dikonfirmasikan secara langsung oleh masyarakat di lokasi kejadian melalui tayangan media sosial lainnya yang merekam detik-detik air berwarna cokelat pekat mengikis akses jalanan.

“Untuk pihak terkait Kabupaten Lumajang, mohon perhatiannya. Ini warganya terdampak banjir, ini sudah masuk ke area rumah warga,” ujar pemilik video siaran langsung pada akun TikTok Ahmad Zhahir.

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bertahan kokoh pada Level III (Siaga).
 
Menanggapi ancaman bahaya sekunder yang kian memuncak, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan ketat dan serangkaian rekomendasi tegas guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.
 
Baca Juga: Puting Beliung Terjang Lampung Timur, 12 Rumah Warga Rusak Parah

PVMBG mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang jalur Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak erupsi.
 
Selain itu, warga juga dilarang keras beraktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang masih sangat tinggi.

Tags

Terkini