SURABAYA, NAWACITAPOST.COM - Abdul Fikri dan M Taufik Ismail, dua sopir angkutan barang asal Banjarnegara, Jawa Tengah, berada di kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Keluarga mereka kini bertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk menunggu kabar terbaru dari proses pencarian.
Paman kedua sopir tersebut, Latif Fatafulloh, datang langsung dari Banjarnegara setelah mendengar kabar kapal hilang kontak. Ia bersama keluarga dan kerabat lainnya berharap mendapatkan informasi mengenai keberadaan Abdul Fikri dan M Taufik Ismail.
Kedua keponakannya bekerja sebagai sopir ekspedisi. Mereka berangkat dari Jakarta dengan membawa muatan paket yang akan dikirim ke Singkawang, Kalimantan Barat.
Rencananya, muatan tersebut dibawa menggunakan jalur laut dari Surabaya menuju Banjarmasin. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Singkawang.
“Dari Surabaya terus kan turun di Banjarmasin. Dari Banjarmasin naik lewat darat ke Singkawang, Kalbar,” kata Latif saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Keluarga Menunggu di Pelabuhan Tanjung Perak
Latif mengaku tiba di Pelabuhan Tanjung Perak sejak Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Ia berangkat dari Banjarnegara sekitar pukul 10.00 WIB setelah mendengar kabar mengenai kapal yang hilang kontak.
“Kemarin sore jam enam sudah di sini. Dari rumah jam sepuluh,” tuturnya.
Sekitar tujuh orang keluarga dan kerabat ikut menunggu perkembangan pencarian di pelabuhan. Mereka berharap tim SAR segera memberikan informasi mengenai kondisi kapal dan para penumpang.
Latif menegaskan, keluarga memilih tetap bertahan sampai ada kepastian mengenai nasib kedua keponakannya.
“Ini sampai ada kejelasan. Kalau belum jelas, ya belum pulang,” ujarnya.
Virgo Transport 8 Hilang Kontak
Virgo Transport 8 diketahui hilang kontak sekitar pukul 01.00 WIB pada Minggu (13/9/2026) saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Berdasarkan data penumpang yang diterima tim SAR, kapal tersebut membawa 243 orang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya sebelumnya mengerahkan KN SAR 249 Permadi dan helikopter HR-3601 untuk mendukung operasi pencarian kapal tersebut.
Hingga kini, keluarga Abdul Fikri dan M Taufik Ismail masih menunggu kabar mengenai keberadaan kedua sopir ekspedisi tersebut. Bagi mereka, informasi dari tim pencarian menjadi harapan untuk mengetahui nasib anggota keluarga yang belum ditemukan.(ibank)