berita-peristiwa

Ratusan Siswa SD di Agam Sumbar Alami Keracunan usai Santap MBG

Jumat, 4 September 2026 | 08:03 WIB
Menyoroti kasus dugaan keracunan MBG yang dialami siswa-guru di Agam, Sumatera Barat. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@kabarpadang)

NAWACITAPOST.COM — Petaka melanda ratusan warga sekolah di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Sebanyak 334 orang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa dilarikan ke fasilitas medis akibat diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi hidangan dari program tersebut.

Kepanikan mulai merebak saat para korban, yang didominasi siswa Sekolah Dasar (SD), mendadak tumbang dengan gejala medis yang mengkhawatirkan secara bersamaan. Para korban tersebar di tiga wilayah terdampak, yakni Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang.

"Korban tidak hanya dari satu daerah, tapi tiga nagari. Nagari yang terdampak di Palupuh, yakni Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang," kata Camat Palupuh, Nong Rianto Dt Maruhum dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026). "Totalnya (sementara) 334 orang," sambungnya. 
 
Baca Juga: Redam Amarah Warga Pancaroba, Bupati Kubu Raya Turun Tangan Turunkan Debu Trans Kalimantan

Berdasarkan data sementara di lapangan, korban terdiri dari 274 siswa SD dan 19 guru SD se-Kecamatan Palupuh, serta 40 siswa dan 2 guru dari SMPN 1 Palupuh. Seluruh korban langsung dievakuasi secara intensif ke Puskesmas Palupuh dan Rumah Sakit di Bukittinggi.

Gejala keracunan tidak muncul seketika saat makanan dikonsumsi. Jonnedi, Kepala SD Negeri 08 Nan Limo, mengungkapkan bahwa para siswa terakhir kali menyantap menu MBG pada Senin (31/8/2026) tanpa ada keluhan. Namun, dampak fatal baru terasa keesokan harinya.

"Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin, 31 Agustus 2026, lalu dan tidak ada kendala," kata Jonnedi dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
 
Baca Juga: Momentum Kejaksaan Ke-81: Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi Restorative Justice dan Perwalian Anak
 
"Namun pada Selasa, 1 September 2026 sekira pukul 10.00 WIB lebih, mulai merasakan gejala keracunan, tapi saya tidak bisa memastikan apakah itu akibat mengonsumsi MBG," imbuhnya.

Jonnedi menyebut para siswa mengalami gejala demam, pusing, mual, muntah, hingga diare sebelum akhirnya dilarikan ke puskemas.

Menanggapi insiden berdarah dingin ini, Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat. Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengonfirmasi dugaan kuat bahwa sumber keracunan berasal dari olahan dapur penyedia MBG di kawasan tersebut.

"Kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh," ucap Iqbal kepada awak media di Agam, Rabu (2/9/2026).
 
Baca Juga: Luluskan 8.000 PPPK, Wali Kota Bekasi Tegaskan Tantangan Pelayanan Publik Dimulai
 
"Saat ini antara Dinas Kesehatan dan BPOM sudah kordinasi untuk investigasi memastikan penyebabnya," jelasnya.

Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, merinci bahwa pasokan makanan tersebut berasal dari Yayasan Affa Adicitta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh. Sebagai langkah tegas, Pemkab Agam resmi membekukan operasional dapur penyedia MBG tersebut.

"Untuk sementara, kita meminta agar dapur MBG tidak beroperasi dulu sampai hasil investigasi keluar," tegas Iqbal. Penghentian aktivitas dapur dilakukan hingga hasil investigasi resmi BPOM dan Dinas Kesehatan keluar.(***)

Tags

Terkini