berita-peristiwa

Menerjang Trauma Gempa M 7,7: Nurdin Buka Toko Reo Demi Bantu Kebutuhan Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:35 WIB
Nurdin, pemilik toko di Reo, Manggarai, NTT yang tetap buka dan gratiskan keperluan bayi untuk bantu warga terdampak gempa. (Threads/kang_iman)

NAWACITAPOST.COM — Guncangan dahsyat gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang memporak-porandakan wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam sekaligus ketakutan yang mencekam bagi ribuan warga. Di tengah kekacauan masa tanggap darurat dan kepanikan yang melanda, sebuah keajaiban kemanusiaan terbit dari titik terkecil di Kabupaten Manggarai. Nurdin, pemilik toko Maci Mart di Reo, memilih berdiri paling depan melawan trauma demi memastikan nyawa dan kebutuhan dasar sesamanya selamat.

Saat retakan tanah dan kepulan debu sisa bencana belum sepenuhnya mereda, Nurdin mengambil keputusan nekat namun heroik. Di kala toko-toko lain tutup rapat akibat ketakutan akan gempa susulan, ia justru meyakinkan para karyawannya untuk bangkit dan membuka pintu tokonya lebar-lebar. Langkah penuh keberanian ini menjadi oasis di tengah gurun penderitaan warga Reo yang sedang dirundung keputusasaan.

Aksi tak biasa Nurdin ini mendadak viral setelah diunggah oleh akun Threads @kang_iman pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam unggahan tersebut, terekam ketulusan luar biasa dari seorang pelaku usaha lokal yang menolak menyerah pada bencana.
 

“Pemilik toko ini memaksakan diri membuka tokonya untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat yang sangat darurat,” tulis akun @kang_iman dalam keterangan unggahannya. “Gempa di NTT 7,7 SR justru membuatnya bisa saling berbagi dan saling menguatkan,” lanjutnya.

Menolak Berjualan, Fokus Melayani Kebutuhan Darurat

Langkah yang diambil Nurdin bukanlah untuk meraup untung di tengah kesempitan, melainkan murni dorongan nurani. Berada di kawasan yang ikut terdampak hebat, Nurdin menyadari betul bahwa barang-barang dasar seperti perlengkapan bayi dan nutrisi menjadi barang langka yang amat mendesak setelah bencana mengguncang.

Dalam rekaman video yang menyentuh hati tersebut, Nurdin menceritakan bagaimana ia membakar semangat para pasukannya yang sebenarnya juga menjadi korban bencana.

“Mereka juga kena musibah, mereka tadi juga sempat keberatan untuk buka hari ini, saya bilang kalau saya tidak mau jualan hari ini. Hanya mau menyiapkan untuk orang-orang yang butuh barang-barang seperti (untuk) bayi, susu, dan pampers. Itu aja,” ucap Nurdin dengan nada mantap.
 
Baca Juga: Duka Kemerdekaan RI: Wali Kota Bekasi Siapkan Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana NTT

Beruntung, bangunan toko miliknya tidak mengalami kerusakan struktural yang parah meski interiornya sempat berantakan akibat guncangan hebat gempa M 7,7 tersebut.

“Nama tokonya Maci Mart Reo yang Alhamdulillah kami masih diberi perlindungan, barang-barang saja yang terbengkalai. Makanya saya dorong adik-adik (buka toko), mereka juga sibuk ngurus keluarga,” lanjut Nurdin.

Setop Jual Rokok hingga Sediakan Jasa Penarikan Uang

Komitmen Nurdin untuk mengutamakan kemanusiaan di atas bisnis terlihat dari kebijakan ekstrem yang diambilnya. Guna memastikan seluruh daya dan ruang tokonya difokuskan pada penyaluran logistik penting, ia secara tegas menghentikan komoditas non-pokok.

“Bukan saya mau cari untung, tidak, tapi untuk melayani yang memang membutuhkan. Terutama yang sudah saya arahkan. Rokok tidak ada yang dijual biar uang bisa disalurkan,” tegas Nurdin.
 
Baca Juga: Gedung Kopdes Sikanco Disorot Usai Jadi Lapangan Badminton, Menkop Akhirnya Buka Suara

Tak berhenti pada pembagian barang kebutuhan dasar, Nurdin juga menanggapi krisis likuiditas tunai yang kerap melumpuhkan daerah bencana. Memahami bahwasanya akses perbankan dan ATM ikut lumpuh pascagempa, ia membuka layanan khusus di cabang usahanya yang lain untuk memfasilitasi kebutuhan uang tunai warga.

“Kami masih melayani penarikan uang di cabang satunya, itu khusus penarikan uang untuk yang butuh dan karena itu permintaan masyarakat,” sambungnya.

Sikap ksatria Nurdin ini menuai simpati luas dari warganet hingga menembus lebih dari 8.500 likes. Kolom komentar pun dibanjiri kesaksian emosional dari warga lokal yang menjadi saksi sekaligus penerima kebaikan Nurdin di lapangan.

“Iya Bapak ini baik, tadi kami mau beli tapi Bapak bilang, ‘Jangan, ini untuk melayani masyarakat.’ Jadi, kata bapaknya uang donasi salurkan saja,” tulis akun @itsme.lagaimo memverifikasi kebaikan sang pemilik toko.
 
Baca Juga: Jejak Darah Sasak Kapuk, Wawali Bekasi Siapkan Monumen Megah di HUT ke-81 RI

Sinergi Bantuan Pemerintah Menyisir NTT

Di sisi lain, pergerakan bantuan berskala nasional juga terus dipacu untuk menopang wilayah-wilayah terdampak di Pulau Flores. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa penanganan masa tanggap darurat dilaksanakan secara masif dan terintegrasi.

Pemerintah membagi alur penanganan darurat secara terstruktur untuk menjangkau titik-titik krusial, termasuk pergerakan bantuan logistik menuju Kecamatan Reo di Manggarai hingga kawasan terisolir seperti Kecamatan Palue di Kabupaten Sikka.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengonfirmasi bahwa Posko Nasional yang berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah aktif menyalurkan puluhan ribu ton logistik, termasuk 50.000 paket bantuan langsung dari Presiden RI.

Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui dua pintu utama di Nusa Tenggara Timur, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere. Posko Utama Labuan Bajo mengover distribusi untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere difokuskan untuk mempercepat suplai bantuan ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
 
Baca Juga: Babak Baru Kasus Emas 74 Kilogram: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lawan Kejagung lewat Praperadilan

Di tengah masifnya pergerakan alat berat dan armada bantuan pemerintah, potret kebaikan swadaya dari sosok seperti Nurdin pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, menjadi bukti nyata bahwa cahaya kemanusiaan akan selalu bersinar paling terang di saat-saat tergelap bencana.

Tags

Terkini