Kamis, 4 Juni 2026

Orasi Menggema Depan Polda Riau

Photo Author
Fahrin, Nawacita Post
- Jumat, 8 September 2023 | 08:02 WIB

Riau, NAWACITAPOST.COM – Puluhan massa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brantas Perwakilan Provinsi Riau melakukan Aksi Damai di Mako Polda Riau. Kamis (7/9/2023). dengan berbagai tulisan di spanduk, Orasi Copot, Periksa, Ungkap dan Usut Tuntas.
-
-
Foto Orasi Menggema Depan Mako Polda Riau Saat Ketua LSM Brantas Riau Antonio Hasibuan Serahkan Lembaran Pernyataan Sikap Diterima Bidang Ops Polda Riau Kompol Bagus Harry Priambodo .SIK.MH.
Kedatangan puluhan massa Aksi damai tersebut, dipimpin Ketua LSM Brantas Perwakilan Provinsi Riau sekaligus Koordinator Aksi Antonio Hasibuan bersama Andrizal selaku orator aksi dibawah pengamanan puluhan personel Polsek Lima Puluh, Polresta Pekanbaru dan Polda Riau Dipimpin Bidang OPS Kompol Bagus Harry Priambodo .SIK.MH.
-

Dalam pernyataan sikap massa LSM Brantas Perwakilan Provinsi Riau, orasi menggema depan Mako Polda Riau, mereka menyampaikan aspirasi terkait penegakan Supremasi Hukum tidak tebang pilih, warga semua sama dihadapan hukum di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) umumnya diseluruh Indonesia.
-

Orasi Andrizal yang berapi-api diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ia menyerukan beberapa point, penegakan hukum di Rokan Hulu, tidak berjalan efektif sesuai harapan masyarakat dan arahan Kapolri.

Penangkapan terhadap pelaku tambang galian C atau kuari yang tidak mengantongi izin operasional atau ilegal, tebang pilih, hanya satu, dua saja yang ditangkap, sedangkan ada kurang lebih 40 titik tambang Galian C tersebut di Rohul.

"Buktinya salah satu yang ditangkap operator Alat Berat belum lama ini, yang Keluarganya ikut menyampaikan aspirasi mereka hari ini kepada Bapak Kapolda Riau, sedang puluhan galian C yang sama tidak dilakukan penegakan hukum yang sama..Untuk itu kita minta Bapak Kapolda Riau mencopot Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono. Sepakat teman-teman,"orasi Andrizal disambut massa aksi LSM Brantas Riau sepakat berulangkali depan jajaran Penjabat dan Personel Polda Riau, "Copot Kapolres Rohul".

Lanjutnya, aktifitas Galian C atau kuarinya diduga merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Darat, bahkan sangat merugikan negara dalam Pendapatan Asli Daerah Rokan Hulu. Sedangkan Pengusaha Galian C tersebut, ada oknum DPRD, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan Oknum Kepala Desa.

“Untuk itu LSM Brantas Riau meminta Bapak Kapolda Riau menurunkan timnya agar tidak tebang pilih pada penegakan hukum maraknya Galian C atau Kuari diduga Ilegal tersebut. Tangkap semua pelakunya, karena dinilai Pemerintah tak sanggung lagi membantu pengusaha untuk pengurusan izin"

"Kita juga minta diusut tuntas dugaan uang setoran dari Tambang Galian C di wilayah Kabupaten Rohul, siapa pemberi dan penerima yang sebenarnya, karena sabgat berdampak kepada masyarakat naiknya harga material sertu dan pasir. dari harga Rp 300.000 ke Rp 500.000-600.000/mobil Dump Truck, dan juga merugikan negara dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rohul," tegas Andrizal disambut massa aksi.

Kemudian LSM Brantas Riau juga menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung 6 Lantai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul menelan Anggaran lebih Rp. 66 Miliar yang dinilai tidak transparan, diduga kuat sengaja ditutup-tutupi.

"Dimana bangunan gedung yang sudah mangkrak sejak Tahun 2017 tersebut, dibiayai dari Pajak Masyarakat guna pelayanan Kesehatan Masyarakat, kami meminta Bapak Kapolda Riau tetapkan tersangka dan ekspose kepada publik sudah sampai dimana kasusnya tersebut bila benar ada dugaan korupsinya usut tuntas, periksa yang terlibat termasuk Bupati Rohul dan kalau tidak ada bukti dugaan korupsinya, silahkan dihentikan kasusnya dan juga sampaikan kemasyarakat," ungkapnya.

Tidak itu saja, dari orasi bersama Massa aksi meminta untuk dituntaskan penanganan kasus dugaan Korupsi pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rohul yang diperkirakan merugikan Negara sekitar Rp. 5,9 Miliar yang saat ini ditangani Gabungan Polres Rohul dan Polda Riau yang terus dikawal oleh masyarakat.

Lanjutnya, sesuai yang dikabarkan di media massa dan yang diorasikan Lembaga Masyarakat, pada dugaan korupsi itu sesuai hasil Audit Inspektorat Rohul diperkirakan Rp 5.9 Miliar dan Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) suda diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul.

"Kami meminta Bapak Kapolda Riau Usut tuntas kasus dugaan korupsi di Rohul, siapapun yang terindikasi terlibat semua periksa, termasuk Bupati Rohul Sukiman diminta untuk ikut diperiksa oleh penyidik,' kata Andrizal menutup orasinya.

Sebagai wujud dan transparansi serta perlakuan sama terhadap setiap warga Negara di Mata Hukum.

Untuk mengungkap seterang terangnya permasalahan dugaan KKN serta hal hal merugikan Masyarakat atas nama Negara, LSM Brantas meminta untuk segera memeriksa Bupati Rokan Hulu dan para Pelaku dugaan Galian C illegal merusak lingkungan merugikan Negara.

“Segera periksa Bupati Rohul H. Sukiman Terkait kasus dugaan Korupsi tersebut dan copot Kapolres Rohul bila tak sanggup menangkap para pelaku dugaan penambangan liar tanpa Izin di Rokan Hulu dan usut tuntas siapa sebenarnya pemberi dan penerima dugaan uang setoran dari terduga pengurus galian C di daerah tersebut. Diminta untuk Ditindaklanjuti dan Akan Dilaksanakan Aksi Jilid III Akan dilaksanakan ke Mabes Polri,"ungkap Antonio Hasibuan.

Usai LSM Berantas sampaikan orasi, mewakili Kapolda Riau Bidang OPS Polda Riau Bagus Harry Priambodo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada massa LSM Berantas yang menyampaikan aspirasinya secara damai dan tertib.

"Pernyataan sikap yang kami terima Ini, kami teruskan kepada Bapak Kapolda Riau," tutupnya. Kemudian terlihat massa aksi membubarkan diri secara aman dan kondusif.

Redaksi/NW.

Editor: Fahrin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini