Ia menambahkan bahwa latihan fisik ringan seperti senam lansia, khususnya "Sedap Bugar Lansia" yang memadukan latihan beban dan gerakan untuk menjaga kebugaran, dapat membantu memperlambat laju penurunan massa tulang.
Peran Pengukuran Kepadatan Massa Tulang dalam Deteksi Osteoporosis
Dr. Pratika juga menjelaskan pentingnya pengukuran kepadatan massa tulang yang dilakukan dengan QUS dan dinilai menggunakan skor-T. "Skor-T membantu mengidentifikasi apakah seseorang berisiko terkena osteoporosis, sehingga kita bisa mendiagnosis secara dini dan mengambil langkah pencegahan sebelum patah tulang terjadi," jelas dr. Pratika. Ia menyebutkan bahwa pengukuran ini sangat disarankan bagi wanita pascamenopause, semua wanita di atas 65 tahun, pria di atas 70 tahun, serta orang yang mengalami penurunan tinggi badan drastis atau nyeri punggung tanpa sebab yang jelas.
Dukungan LPPM UWKS dan Harapan Keberlanjutan Kegiatan
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Budhi Setiawan, MKes, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UWKS yang berperan dalam pendanaan dan kelancaran kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal bagi program serupa untuk mendorong pencegahan osteoporosis di kalangan lansia di daerah lainnya. ***
Artikel Terkait
Kolaborasi FK UWKS dan Puskesmas Kalirungkut Luluskan 66 Balita dari Stunting
PoA FK UWKS: Mahasiswa Baru Hasilkan 1 Buku, Belasan Jurnal Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual
Ramona Frisca dan Naufal Syafawi dilantik sebagai ketua DPM dan Presiden BEM FK UWKS 2024-2025. Dekan: Belajar berorganisasi tanpa melupakan Akademik
Seminar Nasional Kusuma III di UWKS: Refleksi Budaya Kemajapahitan untuk Indonesia Emas 2045
Napak Tilas Sejarah dan Karakter Kewijayakusumaan: Pondasi Utama Pendidikan Mahasiswa Baru UWKS
Melalui E-Gamelan, UWKS Tanamkan Karakter Positif pada Siswa SMPN 29 Surabaya