Minggu, 19 Juli 2026

Seminar Nasional Kusuma III di UWKS: Refleksi Budaya Kemajapahitan untuk Indonesia Emas 2045

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 24 September 2024 | 23:41 WIB

NAWACITAPOST.COM - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali menggelar Seminar Nasional Kualitas Sumber Daya Manusia (Kusuma) III 2024, pada Selasa, 24 September 2024, di Gedung Poncowaliko, UWKS. Acara ini mengusung tema "Refleksi Budaya Kemajapahitan: SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 Berbasis Sainstek Berwawasan Lingkungan dan Kewirausahaan".

Rektor UWKS, Prof. Dr. H. Widodo Ario Kentjono, dr. Sp.THT-KL (K), FICS., dalam sambutannya menyatakan bahwa UWKS memiliki komitmen untuk terus menjadi kampus unggul dan berbudaya. Menurutnya, pencapaian tersebut hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh civitas akademika.

“Kami berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui tridharma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga: Ramona Frisca dan Naufal Syafawi dilantik sebagai ketua DPM dan Presiden BEM FK UWKS 2024-2025. Dekan: Belajar berorganisasi tanpa melupakan Akademik

Seminar ini, lanjut Rektor Widodo, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Rektor UWKS Nomor 80 Tahun 2024, dengan mengundang peneliti dan pengabdi dari seluruh Indonesia untuk berbagi hasil riset terkait topik penting seperti kemandirian pangan, energi terbarukan, dan teknologi kesehatan. Ia berharap, seminar ini dapat meningkatkan kualitas publikasi dosen dan mahasiswa, sekaligus memajukan Indonesia menjadi bangsa berkarakter, berdaya saing global, dan berbudaya.

Sebelum menutup sambutannya, Rektor UWKS juga menyampaikan pantun:
"Buah Maja Pahit Rasanya,
Tapi Jangan Salah Banyak Khasiatnya.
Selamat Mengikuti Seminar Nasional Kusuma,
Untuk Indonesia Terus Maju dan Berjaya."

Bagaimana Meningkatkan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Keynote speaker dalam seminar ini, Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs, M.Si., yang merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga dan alumni UWKS, membahas tantangan peningkatan kualitas SDM dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, khususnya bagi masyarakat miskin.

Baca Juga: PoA FK UWKS: Mahasiswa Baru Hasilkan 1 Buku, Belasan Jurnal Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual

Menurutnya, data kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mendefinisikan orang miskin sebagai mereka yang berpenghasilan di bawah Rp500.000 per bulan tidak lagi relevan dengan kondisi riil masyarakat. “Orang miskin kerap berada dalam posisi rentan dan sulit mengembangkan SDM berkualitas,” tegasnya.

Namun, di era digital saat ini, lanjut Prof. Bagong, banyak peluang inovasi, khususnya melalui media sosial. Ia mencontohkan fenomena seperti Mbok Meme, yang berhasil meraih kesuksesan hanya dengan membuat konten di media sosial.

“Yang perlu dilakukan UWKS untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu, tergantung pada bagaimana kampus memfasilitasi mahasiswanya,” tutupnya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini