NAWACITAPOST.COM - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali menggelar Seminar Nasional Kualitas Sumber Daya Manusia (Kusuma) III 2024, pada Selasa, 24 September 2024, di Gedung Poncowaliko, UWKS. Acara ini mengusung tema "Refleksi Budaya Kemajapahitan: SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 Berbasis Sainstek Berwawasan Lingkungan dan Kewirausahaan".
Rektor UWKS, Prof. Dr. H. Widodo Ario Kentjono, dr. Sp.THT-KL (K), FICS., dalam sambutannya menyatakan bahwa UWKS memiliki komitmen untuk terus menjadi kampus unggul dan berbudaya. Menurutnya, pencapaian tersebut hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh civitas akademika.
“Kami berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui tridharma perguruan tinggi,” ungkapnya.
Seminar ini, lanjut Rektor Widodo, diselenggarakan berdasarkan Keputusan Rektor UWKS Nomor 80 Tahun 2024, dengan mengundang peneliti dan pengabdi dari seluruh Indonesia untuk berbagi hasil riset terkait topik penting seperti kemandirian pangan, energi terbarukan, dan teknologi kesehatan. Ia berharap, seminar ini dapat meningkatkan kualitas publikasi dosen dan mahasiswa, sekaligus memajukan Indonesia menjadi bangsa berkarakter, berdaya saing global, dan berbudaya.
Sebelum menutup sambutannya, Rektor UWKS juga menyampaikan pantun:
"Buah Maja Pahit Rasanya,
Tapi Jangan Salah Banyak Khasiatnya.
Selamat Mengikuti Seminar Nasional Kusuma,
Untuk Indonesia Terus Maju dan Berjaya."
Bagaimana Meningkatkan SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Keynote speaker dalam seminar ini, Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs, M.Si., yang merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga dan alumni UWKS, membahas tantangan peningkatan kualitas SDM dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, khususnya bagi masyarakat miskin.
Baca Juga: PoA FK UWKS: Mahasiswa Baru Hasilkan 1 Buku, Belasan Jurnal Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual
Menurutnya, data kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mendefinisikan orang miskin sebagai mereka yang berpenghasilan di bawah Rp500.000 per bulan tidak lagi relevan dengan kondisi riil masyarakat. “Orang miskin kerap berada dalam posisi rentan dan sulit mengembangkan SDM berkualitas,” tegasnya.
Namun, di era digital saat ini, lanjut Prof. Bagong, banyak peluang inovasi, khususnya melalui media sosial. Ia mencontohkan fenomena seperti Mbok Meme, yang berhasil meraih kesuksesan hanya dengan membuat konten di media sosial.
“Yang perlu dilakukan UWKS untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu, tergantung pada bagaimana kampus memfasilitasi mahasiswanya,” tutupnya.
Artikel Terkait
Gelar wisuda bagi 484 lulusan, Berikut berbagai Prestasi kampus berbudaya UWKS
Kucurkan Beasiswa ke-41 Mahasiswa Berprestasi, UWKS Tempatkan Pendidikan dan Prestasi Non-Akademik di Posisi Terdepan
KKN A2 UWKS: Edukasi Budidaya Kambing dan Pentingnya Olahraga di Gunung Anyar
Pengmas UWKS di Gunung Anyar: Fokus pada Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting dan Maloklusi
Mengolah Nira Siwalan Menjadi Nata de Siwalan: Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Hendrosari Bersama Tim PKM-PM UWKS
Pengmas Dosen dan Mahasiswa UWKS di Watukosek: Edukasi Efektif Cegah Nyeri Neuropati pada Pasien Diabetes
FK UWKS Bersama Posyandu Lansia Nirmala dan Pondok Paliatif Wage Adakan Seminar Edukasi Kanker Usus Besar