Jumat, 5 Juni 2026

Sinergi FK-UWKS dan RSUD Syamrabu: Tingkatkan Kesadaran Osteoporosis di Bangkalan

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 11 November 2024 | 22:41 WIB

"Edukasi Osteoporosis dan Faktor Risikonya serta Kepadatan Massa Tulang Pada Masyarakat Lansia Kelurahan Pejagan Dan Pangeranan, Kec. Bangkalan (Madura)"

NAWACITAPOST.COM - Peningkatan pemahaman masyarakat tentang osteoporosis, terutama bagi lansia di Kelurahan Pejagan dan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, menjadi perhatian utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS) bekerja sama dengan UOBK RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Kegiatan ini digelar selama dua hari berturut-turut, pada Rabu (6/11/2024) dan Kamis (7/11/2024), di masing-masing kelurahan.

Acara ini dibuka oleh semua pihak mulai dari Ketua Tim Pengabdi, Dr. Budhi Setiawan, MKes., dr. Catur Budi Keswardiono, Sp.P, sebagai perwakilan RSUD Syamrabu, Nasib Anwari, S.KM., MKes, Wakil Direktur Penunjang Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian RSUD Syamrabu, dan diikuti Lurah Pejagan Evi Kuntari, SE., MM, dan Lurah Pangeranan Agus Yofa Deny, SSE., MM. 

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan lansia dan kader kesehatan kedua kelurahan, serta staf dari RSUD Syamrabu, dosen, dan mahasiswa FK-UWKS. Serangkaian kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan menjadi agenda utama, meliputi penyuluhan mengenai osteoporosis, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan kepadatan massa tulang secara gratis menggunakan alat QUS (Quantitative Ultrasound).

Baca Juga: Didukung DRTPM Dikti, FK-UWKS dan Posyandu Lansia Nirmala Wage Wujudkan Pondok Paliatif untuk Lansia

Pemeriksaan tulang ini bermanfaat dalam mendeteksi penurunan kepadatan tulang yang berisiko tinggi terhadap osteoporosis dan dapat membantu dalam evaluasi efektivitas terapi pada pasien yang telah terdiagnosis.

Pentingnya Edukasi dan Pencegahan Osteoporosis di Kalangan Lansia

Dalam edukasinya, Dr. Budhi Setiawan, MKes menjelaskan bahwa osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan menurunnya kualitas tulang, yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan rentan patah.

"Tulang yang paling rentan terhadap patah adalah panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Osteoporosis cenderung meningkat pada wanita pascamenopause dan lansia, dengan risiko yang semakin besar pada individu dengan gaya hidup kurang sehat, pola makan kurang kalsium, serta rendahnya paparan sinar matahari," ujar Dr. Budhi.

Baca Juga: Pelatihan e-LKPD di SDI An-Nur: Prodi Pendidikan Matematika FKIP UWKS Dukung Guru Hadapi Kurikulum Merdeka

Selain itu, Dr. Sri Lestari Utami, SSi., MKes menyebutkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya di Sidoarjo, di mana prevalensi osteoporosis pada wanita pascamenopause mencapai 73,5%.

"Penelitian serupa di Desa Kedanyang, Gresik, menunjukkan prevalensi osteoporosis sebesar 39,5% pada usia 46-79 tahun. Tingginya prevalensi ini menuntut kesadaran akan pentingnya pencegahan dan penanganan osteoporosis secara lebih intensif," paparnya.

Asupan Nutrisi dan Pola Hidup Sehat untuk Tulang Kuat

Menurut Dr. Budhi Setiawan, MKes., konsumsi makanan tinggi kalsium seperti susu, yoghurt, keju, serta sayuran hijau penting dalam menjaga kepadatan tulang. “Selain itu, paparan sinar matahari yang cukup untuk mendapatkan vitamin D, serta nutrisi tambahan seperti magnesium dan vitamin K, berperan dalam mempertahankan kesehatan tulang, terutama pada lansia,” jelasnya.

Baca Juga: Kolaborasi FK UWKS dan Posyandu Lansia Nirmala Pondok Wage: Edukasi Kanker Prostat, Libatkan Kaum Bapak

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini