Minggu, 19 Juli 2026

Persoalan Desa Tembarak Kertosono Terus Bergulir, Puluhan Warga Tembarak Kembali Geruduk Kantor Desa

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 1 April 2024 | 06:00 WIB
Warga Desa Tembarak ketika diskusi Rembuk warga pada Minggu (31/3/2024) malam  (foto Sakera/Nawacita)
Warga Desa Tembarak ketika diskusi Rembuk warga pada Minggu (31/3/2024) malam (foto Sakera/Nawacita)

Begitu pula Hendra Ketua BPD ketika diwawancarai membenarkan bahwa kegiatan tersebut adalah hajatnya BPD Tembarak.

"Terkait ketidakpuasan warga kami tetap akan melakukan upaya sesuai topoksi saja, untuk diskusi hari ini ada 3 (tiga) poin yang dibahas," kata Ketua BPD.

Hendra menambahkan, 3 (tiga) poin tersebut mulai dari jalan, listrik, dan kendaraan roda tiga atau tossa yang belum menemukan titik temu.

Baca Juga: Polemik Desa Tembarak Kertosono Terus Bergulir, Sekitar 11 Banner Terpasang di Jalan Imam Bonjol

"Ya nanti kami akan diskusi lagi sesegera mungkin, mohon maaf karena waktunya sudah malam, dan untuk hari ini kami memang tidak mengundang Pak Camat, hari ini fokus rembuk warga, mohon maaf semuanya ya," imbuh Hendra.

Sementara Abdul Rohman Soleh mantan Ketua BPD Tembarak ketika diwawancarai mengatakan, kalau kita melihat secara visual warga tetap merasa kurang puas tetapi kita kembalikan kepada mekanisme.

"Tadi kan mungkin warga juga tidak apa ya, terkait dengan kuasa juga kurang memahami mekanisme atau bagaimana, atau tidak menerima mekanisme, yang jelas kalau menurut saya visualnya warga itu kurang puas, dengan diplomasi yang tadi kita jembatani," kata Abdul Rohman Soleh yang akrab dipanggil Soleh.

Baca Juga: Entah Siapa yang Harus Bertanggungjawab, Kini Banner Kembali Terpasang di Stadion Tembarak Kertosono

Abdul Rohman Soleh mantan Ketua BPD Tembarak ketika diwawancarai (foto Sakera/Nawacita)

Soleh menambahkan, yang jelas untuk poin yang urgensi adalah tentang keterbukaan, terkait angka-angka tadi yang disampaikan oleh Kepala Desa itu kan masih menjadi sebuah ganjalan.

"Contoh di bengkok sekdes, nilai riil di lapangan dengan nilai kesesuaian harga dengan yang disampaikan itu kan jauh juga, otomatis karena sifatnya pengakuan, ya bagaimana warga kan juga tidak bisa berbuat banyak," imbuhnya.

Lanjut Soleh, untuk pertemuan lanjutan Saya kurang tahu dikarenakan kapasitas saya tadi cuma menjembatani. Karena kebetulan saya dulu pernah jadi Ketua BPD, lalu saya mengundurkan diri, tadi diminta oleh kawan-kawan untuk membantu untuk berkomunikasi.

Baca Juga: Bagaikan Kampanye, Banner di Desa Tembarak Kertosono Makin Hari Makin Bertambah

"Harapan kami tadi dihadiri pemerintah jajaran yang ada di atasnya, biar masalah ini tidak berlarut-larut, jadi entah itu siapa yang bisa hadir, itu akan menjadi nilai tambah untuk masyarakat, dan kesannya Camat Kertosono ini malah lempar batu, menurut saya sebagai personal warga," ujarnya.

Masih bersama Soleh, untuk penilaian kinerja Camat sendiri, saya sudah dua kali waktu jadi Ketua BPD itu membuat surat tembusan, terkait dengan penyerapan APBDes.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini