Senin, 20 Juli 2026

Benarkah Kapuk Muara Menjadi Lumbung Sampah?

Photo Author
Apen Sodikin, Nawacita Post
- Rabu, 20 Maret 2024 | 07:05 WIB

 
Jakarta, NAWA CITA POST.Com- Tumpukan sampah diwilayah Kapuk Muara sudah di anggap sangat mengkhawatirkan, tumpukan sampah terlihat terutama di beberapa RW seperti RW 01,03,04,05 kelurahan Kapuk Muara Penjaringan, Jakarta Utara.

Diwilayah RW 01 ceceran sampah dijalanan menjadi pemandangan yang bisa terlihat setiap hari, selain itu tumpukan sampah terlihat juga persis  masuk wilayah RW 04 sampah meluber sampai menutup pintu gerbang rumah pompa pengendali banjir.

Menurut Pendi ( 64)  warga RW 01 sampah dibiarkan begitu saja tanpa pengangkutan setelah enam hari baru ada mobil sampah mengangkutnya.

"Sampahnya lambat penanganan sehingga sangat mengganggu masyarakat bau dan terlihat kumuh," katanya

Hasil liputan wartawan, banyak  tanah  kosong  di Kapuk Muara dijadikan tempat penampungan sampah diluar warga Kaouk Muara, tanah - tanah kosong di duga digunakan untuk menampung sampah.

Seperti di wilayah RW 03, 04, 05 tumpukan sampah nyaris menggunung dan sangat mengganggu masyarakat sekitar apalagi dimusim hujan aroma busuk sangat menyengat, diduga sampah tersebut bukan berasal dari  wilayah Kapuk Muara.

Dugaan sampah tersebut masuk ke Kapuk Muara secara diam -diam dan tidak pernah mengindahkan aspek lingkungan wilayah, tiap mobil sampah yang masuk di pinta retribusi oleh pejaga tanah.

Menurut warga Kapuk  Muara , Rusdi aktivitas penampungan  pembuangan sampah di Kapuk Muara  berlangsung lama, dan asal sampah diduga dari hotel-hotel.

“Mengingat kondisi permukiman sudah agak padat, kegiatan pembuangan sampah di TPS ( RW 04) tersebut sebaiknya dihentikan. Jadi situasi saat ini sudah sangat tidak memungkinkan untuk tempat penampungan pembuangan sampah Hotel,” katanya.

Pengurukan tanah kosong di Kapuk Muara perlu di tinjau ulang oleh pemerintah kota Jakarta Utara, sebab banyak terlihat dugaaan adanya  pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik tanah dari aspek analisis dampak lingkungan yang sering diabaikan.(red)






Editor: Apen Sodikin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini