advertorial

Imigrasi Belawan Raih Dua Penghargaan Nasional dalam Program Desa Binaan Imigrasi 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:45 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk saat menerima penghargaan

NAWACITAPOST.COM — Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berhasil meraih dua penghargaan tingkat nasional atas kinerja dan kontribusinya dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Intelijen Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, pada 28–30 Oktober 2026 di Hotel Novotel Tangerang, Banten, tersebut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, bersama perwakilan petugas Pimpasa, Bayu Segara.

Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Belawan meraih penghargaan sebagai Kantor Imigrasi Teraktif Kedua dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi. Sementara itu, Bayu Segara berhasil memperoleh penghargaan sebagai Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Teraktif Keempat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Kombes Pol. Agus Waluyo, S.I.K., kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp58,75 Triliun hingga September 2026

Dua penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi dan dedikasi jajaran Imigrasi Belawan dalam memperkuat pengawasan keimigrasian melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Melalui program Desa Binaan Imigrasi, petugas tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun kewaspadaan masyarakat terhadap potensi pelanggaran keimigrasian.

Selain menjadi ajang peningkatan kapasitas petugas, Bimtek Pimpasa 2026 juga dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang keimigrasian.

Sejumlah materi strategis disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Korps Pembinaan Masyarakat Baharkam Polri, BAIS TNI, dan jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi.

Materi yang dibahas mencakup pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perlindungan calon pekerja migran, pemetaan potensi kerawanan wilayah, penguatan intelijen keimigrasian, hingga optimalisasi jaringan informasi berbasis masyarakat desa.

Melalui pembekalan tersebut, petugas Pimpasa diharapkan semakin mampu mendeteksi potensi kerawanan sejak dini, membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, serta menjadi penghubung antara institusi Imigrasi dan lingkungan desa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih oleh satuan kerja maupun petugas Pimpasa. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar pengakuan atas kinerja, melainkan juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi dan mengoptimalkan peran Pimpasa sebagai penghubung antara Imigrasi dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi, pengawasan, serta upaya pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana perdagangan orang melalui kolaborasi bersama masyarakat dan instansi terkait,” ujarnya.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berkomitmen mengembangkan program Desa Binaan Imigrasi secara berkelanjutan. Penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi hukum, serta optimalisasi peran petugas Pimpasa akan menjadi fokus dalam membangun sistem pengawasan keimigrasian yang responsif dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas keimigrasian tidak hanya ditentukan oleh pengawasan di tempat pemeriksaan imigrasi, tetapi juga oleh kehadiran institusi di tengah masyarakat dalam mendeteksi potensi kerawanan dan melakukan pencegahan sejak dini.

Halaman:

Tags

Terkini