Kamis, 9 Juli 2026

Guncang Mustikajaya! DPRD Kota Bekasi Turun Gunung, Hadapi Isu Darurat Sosial hingga Sengkarut Data Ekonomi Warga

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 8 Juli 2026 | 12:21 WIB
Dokumentasi foto bersama ketika kegiatan reses Alimudin anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi fraksi PKS (Istimewa)
Dokumentasi foto bersama ketika kegiatan reses Alimudin anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi fraksi PKS (Istimewa)
  • Dilema Insentif Kader Posyandu: Garda terdepan kesehatan keluarga ini berharap ada perhatian lebih berupa insentif per anggota. Menjawab hal ini, Alimudin memaparkan bahwa APBD Kota Bekasi sebenarnya telah mengalokasikan Rp12 juta per tahun untuk operasional Posyandu yang dicairkan setiap 3 bulan.

  • Baca Juga: Sapu Bersih Krisis Sampah! Ketua DPRD Kota Bekasi Pimpin Langsung Pengawalan Proyek Energi Hijau PSEL Ciketing Udik

    Komitmen Parlemen: Mengawal Aspirasi hingga Titik Darah Terakhir

    Mendengar jeritan konstituennya, DPRD Kota Bekasi berkomitmen penuh untuk mengawal persoalan ini ke tingkat eksekutif. Alimudin menegaskan bahwa setiap keluhan warga tidak akan menguap begitu saja, melainkan menjadi catatan merah yang akan diperjuangkan di gedung parlemen.

    "Dari dua hal tersebut (masalah desil dan posyandu) akan menjadi perhatian serius kami sebagai wakil rakyat. Namun demikian, dalam eksekusinya kami juga harus menyelaraskan dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," pungkas legislator PKS tersebut dengan optimis.

    Lewat agenda reses ini, DPRD Kota Bekasi kembali membuktikan kelasnya: bukan sekadar duduk di kursi empuk parlemen, melainkan hadir sebagai pelindung moral, penyambung lidah, dan secercah harapan bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi.(Tiarsin/Sakera)

    Halaman:

    Editor: Tiarsin

    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

    Tags

    Artikel Terkait

    Terkini