Baca Juga: Skandal Internet Sultan Pesawaran: LDM Bungkam, APH Diminta Turun Tangan!
Kepala SMPN 2 Nganjuk, Ani Sutiani, juga menyampaikan rasa takzimnya atas keterikatan batin para alumni yang tak pernah luntur oleh waktu.
"Kami ingin membangun budaya bahwa setiap usaha anak-anak layak diapresiasi. Ketika alumni kembali pulang dan ikut memberikan manfaat bagi adik-adiknya, di situlah pendidikan menunjukkan makna yang sesungguhnya. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi rumah yang melahirkan kepedulian antargenerasi," ungkap Ani Sutiani puitis.
Lebih dari Sekadar Angka, Ini Tentang Jiwa dan Harapan
Bagi puluhan siswa yang memegang amplop dan piagam pagi itu, nominal uang tentu sangat berarti. Namun, esensi terdalamnya adalah pengingat jikalau setiap tetes keringat saat mereka belajar hingga larut malam kini dihargai seerat nadi.
Di balik bantuan pendidikan yang mengalir dari Alumni 98 gagasan Yanuar Anang Putra ini, tersimpan harapan besar dari bumi Anjuk Ladang. Aula SMPN 2 telah menjadi saksi bisu: bahwa ketika masa lalu peduli pada masa depan, tidak ada mimpi anak-anak Nganjuk yang akan layu sebelum berkembang!
Artikel Terkait
Jenderal Bintang Satu Terseret Pusaran Korupsi 'Ompreng' Program MBG!
Dinamika Kursi Sekda NTT: Iwantonius Miha Njurumana Suarakan Kepastian Hukum dan Stabilitas Birokrasi!
’NKRI Bisa Bubar di SPBU!’ — Umbu Pajaru Lombu Kritik Keras Pergub NTT Soal Larangan Pertalite Plat Luar
‘Konspirasi Omerta’ di Padangsidimpuan: Air Mata Korban Banjir Bandang Diduga Jadi Ladang Korup Ratusan Miliar Rupiah!
Badai Korupsi Makan Bergizi Gratis, Kejagung Didesak Periksa Walikota Padangsidimpuan!