NAWACITAPOST.COM — Aroma optimisme menyelimuti Hotel Front One Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, (4/4/2026). Ratusan kader berbaju hijau memenuhi ruangan, menandai tuntasnya gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Nganjuk.
Agenda lima tahunan ini bukan sekadar seremoni struktural, melainkan menjadi ajang pembuktian soliditas "anak biologis" Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyongsong Pemilu Legislatif 2031.
Restu Langit: Kehadiran Para Ulama Sepuh
Muscab kali ini terasa sangat sakral dengan kehadiran jajaran mustasyar dan pengurus cabang NU Nganjuk. Tampak di barisan depan, KH Hasyim Afandi Ketua PCNU Nganjuk, didampingi Rais Syuriah KH Ali Mustofa Said.
Baca Juga: Viral! Keluhan Parkir di Kertosono, Warganet Pertanyakan Efektivitas Parkir Berlangganan
Kehadiran para kiai sepuh seperti KH Asfiyak Hamida, KH Badrus Sholeh, KH Roni Sya’roni, dan KH Imam Mashadi memberikan "spirit mental" bagi para peserta. Kehadiran para tokoh pesantren, gawagis, dan nawaning ini menegaskan garis ideologis bahwa PKB adalah satu-satunya instrumen politik yang lahir dari rahim NU.
Mekanisme Baru: Dari Voting ke Musyawarah Mufakat
Ada yang berbeda dalam suksesi kepemimpinan kali ini. Sesuai amanah Muktamar PKB Bali, pemilihan Ketua Dewan Tanfidz tidak lagi melalui pemungutan suara (voting), melainkan melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Nantinya, nama-nama yang muncul dari hasil penjaringan tim DPW PKB Jawa Timur maupun usulan peserta Muscab akan dituangkan dalam berita acara. Para kandidat ini wajib menempuh tahapan krusial berikutnya: Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Baca Juga: TNI AL dan Imigrasi Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal di Perairan Asahan
Bursa Calon: Dari Senioritas hingga Digital Native
Munculnya lima nama kuat sebagai calon Ketua Dewan Tanfidz menciptakan dinamika menarik di internal partai. Publik kini bertanya-tanya, apakah PKB akan memilih jalur kemapanan (Sepuh), stabilitas (Sedengan), atau lompatan kuantum (Gen-Z)?
Dinamika memuncak saat nama-nama calon mulai mencuat ke permukaan. Berikut adalah profil lima kandidat yang akan memperebutkan kursi Ketua DPC PKB Nganjuk:
1. KH Nur Daenuri (Representasi Tokoh Sepuh)
Kemunculannya mengejutkan banyak pihak. Sebagai politisi paling senior di DPRD Nganjuk dan Ketua DPAC terlama, militansi Kiai Daenuri tak diragukan. Meski sempat berseloroh mengenai usianya, dukungan peserta Muscab kepadanya sangat kuat sebagai sosok pengayom yang berpengalaman.
Ia sendiri juga mengaku terkejut dengan pencalonannya. "Kok iso, piye to ki, aku wes tuwek, umur wes sewidak kon nobyak nobyak, ben cah nom-nom wi ae," selorohnya dalam logat Jawa yang kental.
Baca Juga: Situasi Lebanon Memanas, Panglima TNI Instruksikan Prajurit UNIFIL Masuk Bungker