Minggu, 19 Juli 2026

Viral! Karyawan Ekspedisi di Makassar Diduga Selingkuh, Kantor Jadi Tempat Memadu Kasih

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:15 WIB
Ilustrasi Karyawan Ekspedisi Diduga Selingkuh  (Ai)
Ilustrasi Karyawan Ekspedisi Diduga Selingkuh (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Jagat maya, khususnya warga net di Kota Makassar, tengah digegerkan oleh kabar dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua oknum karyawan di sebuah perusahaan ekspedisi ternama.

Kasus ini menjadi sorotan tajam lantaran kedua pemeran utama dalam skandal ini diketahui telah memiliki pasangan sah dan buah hati, namun diduga kuat menjalin hubungan gelap di balik punggung keluarga mereka.

Kabar miring ini mencuat ke permukaan setelah akun Instagram populer @trending_makassar mengunggah kronologi singkat mengenai perilaku tidak terpuji tersebut. Unggahan itu pun langsung dibanjiri komentar pedas dari warganet yang menyayangkan hancurnya komitmen rumah tangga demi kepuasan sesaat.

Baca Juga: Kalapas Pimpin Langsung Kurvei Lingkungan, Wujud Nyata Keteladanan dan Kepedulian Lapas Muara Teweh

Memanfaatkan Celah Fasilitas Kantor

Berdasarkan investigasi mendalam dan informasi yang dihimpun di lapangan, kedua pelaku diduga sengaja memanfaatkan celah pengawasan di lingkungan kerja mereka. Lokasi yang menjadi "titik buta" adalah sebuah ruang kerja yang memang tidak dilengkapi dengan fasilitas kamera pengawas (CCTV). Di ruangan inilah, keduanya disinyalir kerap menghabiskan waktu berduaan di sela-sela kesibukan jam kantor.

Kecurigaan rekan kerja dan pihak keluarga semakin menguat setelah munculnya saksi mata yang mengaku pernah melihat pemandangan mengejutkan. Pasangan ini sempat dipergoki berada di dalam ruangan kerja dalam kondisi lampu padam atau gelap gulita di saat karyawan lain sudah beristirahat atau pulang.

"Awalnya saya benar-benar tidak menaruh curiga, karena saya tahu mereka berdua sudah punya keluarga masing-masing. Logikanya, mereka pasti menjaga martabat anak dan pasangan. Tapi ternyata kenyataannya pahit, mereka justru berpacaran di tempat kerja. Mereka sangat lihai mencari kesempatan di ruangan yang tidak ada CCTV-nya," ungkap istri dari pelaku pria dengan nada bergetar menahan tangis.

Sewa Apartemen demi Pertemuan Rutin

Tak cukup hanya di lingkungan kantor, hubungan gelap ini dikabarkan telah beranjak ke tingkat yang lebih serius dan terencana. Keduanya ditengarai telah menyewa sebuah unit apartemen di kawasan Makassar selama satu bulan terakhir. Apartemen tersebut diduga kuat menjadi "rumah kedua" bagi mereka untuk melakukan perbuatan yang melanggar norma agama maupun kesusilaan secara rutin.

Baca Juga: Kalapas Padangsidimpuan Terima Kunjungan Silaturahmi Kepala BNNK Tapanuli Selatan, Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkoba

Identitas pelaku pria diketahui merupakan seorang ayah dengan empat orang anak, sementara pelaku wanita juga berstatus sebagai istri orang. Fakta ini menambah luka mendalam bagi masing-masing keluarga yang merasa dikhianati oleh orang terdekat mereka.

Dampak pada Institusi dan Tuntutan Keluarga

Pihak keluarga korban menyatakan kekecewaan yang tak terhingga. Selain merusak tatanan keharmonisan dua rumah tangga sekaligus, tindakan ini dinilai telah mencoreng nama baik perusahaan ekspedisi tempat mereka bernaung. Profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi justru dikalahkan oleh nafsu pribadi.

Poin-poin Tuntutan Keluarga Korban:

  • Sanksi Tegas: Meminta manajemen perusahaan segera memecat atau memberikan sanksi terberat kepada kedua oknum tersebut.
  • Pertanggungjawaban Moral: Meminta kedua pelaku mengakui perbuatannya di hadapan keluarga besar.
  • Evaluasi Internal: Menghimbau perusahaan untuk memperbaiki sistem pengawasan di area kantor agar kejadian serupa tidak terulang.

Menunggu Sikap Manajemen Perusahaan

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen perusahaan ekspedisi yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait status kepegawaian maupun langkah disipliner yang akan diambil. Publik kini menanti apakah perusahaan akan bersikap tegas dalam menjaga kode etik profesional, atau justru membiarkan skandal ini menguap begitu saja.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi para pekerja mengenai pentingnya menjaga batasan profesional di lingkungan kerja dan menghargai institusi pernikahan yang sakral.

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini