Jakarta, NAWACITAPOST - Presiden Joko Widodo menghadiri Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah Ke-96 NU. Harlah NU ke-96 Presiden berpesan agar NU memberdayakan kader yang berprestasi di luar negeri diajak kembali ke tanah air. Salah satunya kader NU yang Presiden sebut adalah Ainun Najib.
"Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak. Beliau ini kerja di Singapura. Sudah lama, 7 tahun yang lalu. Ngerjain ini semuanya apa pun bisa. Namanya Mas Ainun Najib. Masih muda sekali. NU”, ujar Presiden Joko Widodo di Balikpapan Sport and Convention Center, Kota Balikpapan. Senin, (31/01/2022).
Dikutip dari situs NU.or.id, Ainun Najib adalah kader Nahdlatul Ulama (NU) kelahiran Gresik, Jawa Timur, 20 Oktober 1985. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura, jurusan Teknik Komputer. Ainun bahkan pernah mewakili NTU dalam perlombaan pemrograman perguruan tinggi internasional atau ACM ICPC pada 2006-2007. Tim tersebut menjuarai ACM ICPC level regional Asia di Teheran, Iran, pada 2006.
Ainun Najib seorang praktisi teknologi di bidang data sains, Ainun Najib, dari perusahaan Singapura. Jokowi mengatakan bahwa Ainun Nadjib bisa diajak membangun NU jika yang berbicara kyai NU. Menurut Presiden yang bisa mengajak kader NU hanya kyai NU dengan harapan NU mempunyai inovasi-inovasi yang muncul dari kader muda NU.
"Saya membayangkan ini segera, NU memiliki platform edutech yang juga mempunyai platform learning management system yang andal. Yang memfasilitasi jutaan santri untuk mengaji dari semua kiai-kiai besar, ilmuwan, teknolog, dan entrepreneur," lanjutnya.
Kepala Negara kemudian diagendakan untuk memimpin rapat terbatas evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual dari Kota Balikpapan sebelum lepas landas kembali ke Jakarta.
(editor : Fajrul Fathoni)
https://www.youtube.com/watch?v=Q8ETJABCEI0