NAWACITAPOST.COM - Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024 Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Teguh Sumarno menyampaikan pendapatnya.
Menurut Teguh Sumarno mengatakan, perkembangan pendidikan di Indonesia ini sangat pesat, terutama dalam kualitas, dan pendidikan di Indonesia ini dalam kancah merdeka belajar, sangat terbuka bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat minat sesuai letak geografis, sesuai kemampuan mereka, lingkungan mereka, sesuai dengan ilmu mereka.
Baca Juga: Bicara PGRI, Yuk Baca Artikel Tentang Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi Organisasi
"Sehingga posisi merdeka belajar itu akan membawa kaidah bagi anak-anak lebih maju, transparan dan lebih optimal, langkah-langkah yang harus diambil pemerintah, satu memberikan fasilitas yang bagus, memberikan pembiayaan yang memang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak yang ekonominya kurang beruntung," kata Teguh Sumarno via pesan suara aplikasi WhatsApp pada Senin (29/4/2024).
Lanjut Teguh Sumarno, adanya beasiswa, adanya pembiayaan-pembiayaan yang ditanggung dalam rangka keilmuan, khususnya di daerah-daerah terpencil, diperuntukkan daerah-daerah pegunungan, kepulauan.
Baca Juga: Terkait Kongres PGRI Kubu UR, Supriono: Pendek Akal Kok Rame-rame
"Sehingga posisi memberikan keringanan beban pembiayaan atau beasiswa itu menjadi motivasi anak-anak untuk lebih meningkatkan studinya, sehingga pendidikan ini akan merata, baik di perkotaan, di daerah tengah dan sampai daerah terpencil atau kepulauan kepulauan, pegunungan-pegunungan yang tidak terjangkau dengan sekolah-sekolah yang bagus," ujar pria yang akrab disapa Teguh.
Teguh menambahkan, bagaimana stakeholder yang harus diciptakan, maka pemerataan pendidik, terutama pemberantaan guru yang ada di daerah-daerah.
Baca Juga: Ketum PB PGRI Hasil KLB Hadiri Momen Halal Bihalal dan Event Konferensi PGRI Jatim
"Sehingga guru itu dalam posisi penempatan harus seadil-adilnya, baik di daerah terpencil harus diberikan guru-guru yang berkualitas, diberikan sarana yang memadai, diberikan dengan motif-motif reward yang membawa perubahan-perubahan yang signifikan," imbuh Teguh kepada wartawan Nawacitapost.com.
Teguh mengungkapkan, PGRI itu akan memantau dalam posisi formasi guru, akan memantau bagaimana kesejahteraan guru, akan mengevaluasi bagaimana penempatan guru, sebab kita ini berpikir, bukan seragamnya yang membawa suatu problema mutu.
Baca Juga: PGRI Jatim Gelar Konprov, Ketum PB PGRI hasil KLB Buka Suara
"Tetapi mutu ini bisa diciptakan karena kesejahteraan gurunya, kesejahteraan pendidik, kalau sudah secara ekonomi ini cukup, maka fokus akan melakukan kualitas pembelajaran prestasi pendidikan yang ada di daerah masing-masing," ungkapnya.
Teguh berharap pada Hardiknas tahun 2024 adalah memberikan transformasi, bagaimana posisi generasi yang akan datang, ditentukan oleh anak didik yang sekarang, bagaimana mutu bangsa yang akan datang ditentukan oleh pembelajaran yang sekarang dilakukan.
Artikel Terkait
Teliti Jamur Jakaba, Dosen STKIP PGRI Nganjuk Gandeng Kemdikbud
Sambut Hari Sumpah Pemuda, Polsek Jatikalen dan STKIP PGRI Nganjuk Lakukan Aksi Sosial
Bupati Nias Barat Pimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI Ke-78 Tahun 2023
Kapolsek Kalipare Menghadiri HUT PGRI KE 78
Bicara PGRI, Yuk Baca Artikel Tentang Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi Organisasi
Terkait Kongres PGRI Kubu UR, Supriono: Pendek Akal Kok Rame-rame
Ketum PB PGRI Hasil KLB Hadiri Momen Halal Bihalal dan Event Konferensi PGRI Jatim
PGRI Jatim Gelar Konprov, Ketum PB PGRI hasil KLB Buka Suara