Baca Juga : Luhut Binsar, Rona Wajah Batak, Dahulu Ayahnya Sopir, Miskin, Kini Menteri Maritim Investasi
Di militer, tepatnya lingkungan Kopassus tak asing baginya. Tugas negara pernah dilakukannya. Pasukan kontingen garuda VI, 1974 dan Komandan Satuan Pengamanan RI/VVIP Pada KTT ASEAN Manila, Filipina (1984). Belum lagi penugasan militer lainnya selalu terpilih menjadi yang terbaik.
Namun, kedekatannya sebagai anak buah Jenderal Benny Moerdany membuat langkahnya terhenti ke jenjang militer lebih tinggi; Kasad, dan Panglima TNI.
LBP (kanan) Berbincang dengan Gus Dur
Ya, saat itu Benny Moerdany dianggap berbahaya bagi kekuasan Presiden RI kedua, Soeharto. Semacam ancaman. Dan, orang yang dekat dengan Benny.Satu persatu disingkirkan. Termasuk LBP ini.
Reformasi yang melengserkan Soeharto dari tampuk kekuasannya. Secara konstitusi, Wakikl Presden Habibie, menjadi Presiden ketiga. Era Habibie LBP dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura. Presiden Gus Dur pun mempercayai dan memilihnya menjadi Menteri Perdagangan. Kemudian sempat meredup meredup di pemerintahan selama 13 tahun. Namun, saat Jokowi sebagai Presiden. LBP dipilih
Jokowi mempercayainya sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI (2014–2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan RI (2015–2016), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia Maju (2019–2024).
Terlepas dari pro dan kontranya orang tentang LBP atau biasa disapa opung. Loyalitas dan ketegasan serta sikap tak pernah berubah dengan apa yang pernah diucapkan. Menjadi daya tarik dan pembisik yang tepat bagi ayah dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangerap memilih dan mempertahankannya.
Apa yang ditugaskan kakek dari Jan Ethes, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, dan Panembahan Al Nahyan Nasution selalu tuntas dan selesai sebelum waktunya. Bahkan deringan telepon (baca; Handphone) dari Presiden Jokowi selalu di sambut dengan kata ya dan bisa.
Pernah dalam suatu kesempatan. Handphone LBP bunyi dengan nada getar. Ternyata Jokowi memanggilnya. Tanpa a dan b. Padahal, saat itu suami dari Devi Simatupang sedang mengambil makanan ke piringnya. Piring makanan diletakan. Dia pamit ke panitia dan pemilik acara tersebut. Segera meluncur ke Istana Negara bertemu dngan Presiden Jokowi.
Hal lainnya, pemindahan ibu kota Negara ke Kalimantan dan rekomendasi Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama dari LBP juga. Kabar itu bisa benar dan bisa tidak.
-
Yang jelas, Jokowi ini Presiden ‘meniru’ Soekarno, dan Megawati serta membangun jaringan dengan aktvis 98. Soal ‘tiru’ Soekarno. Dr. Johannes Leimena adalah orang paling dekat dengan Soekarno. Dan Leimena tak pernah berkhianat kepada kakek dari Puan Maharani. J. Leimena menjabat menteri selama 20 tahun tanpa putus di era Preiden pertama, Soekarno, dalam 18 kabinet yang berbeda
Demikian juga dengan LBP. Opung dari Faye Hasian Simanjuntak tak mungkin juga berkhianat. Tetap menjalankan sebagai menteri. Terserah orang bilang menteri rasa presiden. Yang jelas tanda tangan keputusan dalam lembar kertas negara tak ada tanda tangan LBP sebagai Presiden.
Bahkan, bukan hanya Jokowi yang mempercayai LBP. Presiden Ketiga,