Pemekaran di berbagai daerah di Indonesia, menurutnya, adalah kunci pemerataan yang sesungguhnya. Ia berharap pemerintahan baru dapat mengambil langkah berani untuk mencabut "belenggu" yang selama ini menghambat realisasi Provinsi Kepulauan Nias.
"Kami tidak sedang meminta kemewahan. Kami hanya meminta keadilan akses dan efisiensi pelayanan agar masyarakat Nias bisa berdiri sejajar dengan daerah lain di Indonesia. Era baru ini adalah momentum untuk menuntaskan janji yang sempat tertunda," pungkas Otoli dengan nada penuh determinasi.
Bagi masyarakat Nias, perjuangan ini bukan hanya tentang pemekaran wilayah, melainkan tentang martabat dan masa depan anak cucu yang layak mendapatkan kehidupan lebih baik. Kini, mata seluruh masyarakat Nias tertuju ke Jakarta, menunggu apakah jeritan hati ini akan berbuah kebijakan yang memerdekakan.
Artikel Terkait
Alarm Merah Kesehatan: Menelusuri 9 Kota Kolesterol yang Mengancam Jantung Bangsa!
Turun ke Ladang, Yasonna Laoly Serap "Jeritan" Petani Deli Serdang: "Negara Harus Hadir!"
Langkah Cepat Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkab Flores Timur Perketat Kesiapsiagaan Wilayah
Skandal Bungkam Massal: Ketika Seluruh Lini Pemerintahan Menutup Pintu Informasi
Hadapi Gelombang Green Jobs 2026, Polteknaker Persiapkan Generasi "Future-Proof"