Senin, 13 Juli 2026

Guru Besar ITS, Prof Bambang Sudarmanta, Wujudkan Transportasi Berkelanjutan melalui Bioenergi Inovatif

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 11 Januari 2024 | 06:15 WIB
Guru Besar ke-194 ITS, Prof Dr Bambang Sudarmanta, ST, MT (Nawi)
Guru Besar ke-194 ITS, Prof Dr Bambang Sudarmanta, ST, MT (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Prof Dr Bambang Sudarmanta ST MT, Guru Besar ke-194 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menciptakan terobosan dalam pengembangan teknologi rekayasa bioenergi untuk mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Bambang menyoroti kontribusi tinggi sektor transportasi dalam emisi karbon dioksida (CO2), yang secara signifikan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil.

Menurut Prof Bambang, sektor transportasi merupakan penyumbang emisi CO2 terbesar kedua setelah pembangkit listrik, karena manusia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.

Baca Juga: Terus Meningkat di Bawah Kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, IPM Surabaya Capai 83,99 pada Tahun 2023

Dalam upayanya mencari solusi untuk masalah ini, beliau menggarisbawahi pentingnya konservasi dan energi terbarukan.

"Padahal bahan bakar fosil semakin lama semakin mahal dan sulit didapatkan," ungkap Prof Bambang pada Rabu, 10 Januari 2024.

Gagasannya tertuang dalam enam keterbaruan teknologi di bidang bioenergi. Salah satunya adalah pengembangan teknologi biogas, di mana beliau berhasil menciptakan gas metana berkalori tinggi dari kotoran dan limbah domestik.

Baca Juga: Mulai 15 Januari, Pemkot Surabaya Layani Imunisasi Polio di seluruh Puskesmas

Melalui proses fermentasi anaerobik, teknologi biogas ini dihasilkan dengan penambahan pemanasan, pengadukan, dan proses pemurnian menggunakan sistem filtrasi.

"Saya yakin pemanfaatan bioenergi dapat memberi nafas lega bagi dunia," kata Prof Bambang.

Kemudian, dalam upaya mengatasi masalah sampah, beliau merancang mesin bernama Mobile Waste Screening and Shredding Machine, yang dapat mencacah sampah domestik dan menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF).

Baca Juga: Dispendik Surabaya: Semua SD-SMP Wajib Terima Siswa ABK

Mesin ini diharapkan dapat mendukung komitmen Indonesia terkait green energy, sebagaimana dijelaskan oleh Prof Bambang.

Selain itu, Prof Bambang juga berkontribusi pada teknologi gasifikasi, biodiesel, bioetanol, dan diesel dual fuel (DDF), semuanya bertujuan untuk mendukung transportasi berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini