Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Jabatannya di DPD Partai Demokrat Jatim sebagai Wakil Ketua, untuk waktu 4 tahun lebih (2022 -2027).
Baca Juga : Demokrat Takabur Bisa 15 Persen di 2024, Pengamat : Hati- Hati Bisa Sakit
Namun, tak sampai 1 tahun jabatan tersebut disandangnya, putra bungsu Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawansa, Ali Mannagali Parawansa (AMP) mundur dengan sukarela.
"Setelah berkonsultasi dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Pak Emil Dardak, yang bersangkutan memilih mundur," kata Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Demokrat Jatim Mugianto, membenarkan pengunduran diri AMP, seperti dikutip Kompas.com.
Menurut Mugianto, AMP ingin berkonsentrasi di dibidang akademik, dan berkarier di dunia profesional.
Tetapi, berhembus kabar, AMP pindah ke partai yang sama warnanya biru, PAN Jatim.
Ali sering terlihat bersama petinggi PAN. Selain itu, Ali juga terlihat mendatangi kantor PAN Jatim.
Anehnya, Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig tidak secara tegas mengaku Ali bergabung dengan partai berlogo matahari tersebut.
ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Dardak sendiri sudah menyatakan, bahwa AMP masih bagian dari Demokrat. Bahkan ia sudah disiapkan menjadi Caleg untuk DPR RI periode 2024-2029, kata Wagub Jatim tersebut.
Namun, perbedaan pendapat antara Emil dan Mugianto menimbulkan ketidak kompakan antara pimpinan Demokrat Daerah Jatim. Sepertinya, ini sengaja dibiarkan AHY, karena itu masuk dalam ranah Demokrat Jatim.
Yang jelas, mundurnya anak Gubernur Jatim dari partai Demokrat, menandakan partai besutan SBY, memang belum bisa mengatasi persoalan di internal partai. Bagaimana, mau jadi Cawapres, untuk di tingkat internal partai saja, AHY belum bisa menanganinya.