Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Salah satu alasan kuat dari penyebutan 3 nama pada penutupan Rakernas Partai Nasional Demokrat (NasDem), Juni 2022 ; Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa. Sebenarnya, partai besutan Surya Paloh (SP) berharap dengan memasang nama Ganjar, agar dilirik PDIP, untuk beriringan di Pilpres 2024.
Baca Juga : Partai NasDem Terjerembab, SMRC : PDIP Menguat
Namun, harapan SP itu bertepuk sebelah tangan. Sampai akhir November 2022, PDIP belum deklarasi Capres dan Cawapres 2024.
Karena tak kunjung dapat balasan dari orang nomor satu PDIP, SP pun akhirnya mendeklarasikan nama Anies Baswedan sebagai Bacapres, pada awal November 2022.
Akibat mem-bacapreskan Anies. NasDem mendapat serangan, bukan hanya serangan dari luar yang diterima NasDem. Keluarnya, politisi NasDem asal Bali, Niluh Djelantik yang juga tokoh perempuan, serta pengusaha, mundur jadi dari NasDem, karena SP mendeklarasikan Anies sebagai Bacapres 2024.
Sementara yang paling menyengat di internal NasDem, Keluarnya Ketua Dewan Pertimbangan Siswono Yudo Husodo dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan, Enggartiarso Lukito.
Ditambah, mundurnya beberapa pengurus cabang dan daerah di partai NasDem. Membuat gejolak internal NasDem untuk jangka pendek, mungkin juga jangka panjang bermasalah, dalam menyatukan kekompakan.
Sekali lagi, dari hati kecil NasDem (baca : SP), Ganjarlah yang pantas menjadi jagoannya, melanjutkan pembangunan Indonesia ke arah lebih maju, yang bisa melanjutkan Jokowi.
Mungkin, tidak ada respon (pasaca salaman tak sampai antara SP dan Mega), maka SP bertindak sendiri, tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkannnya.
Apalagi dugaan kuat, pencalonan (bacapreskan Anies) mengajak 2 partai non Kabinet Indonesia Maju (Demokarat dan PKS), semakin membuat halaman utama atau cover NasDem penuh dengan segala tudingan miring dari berbagai pengamat dan netizen.