Di sisi lain, mantan anggota DPRD Majalengka yang juga pengurus PDIP Hamzah memutuskan bergabung dengan paslon nomor urut 1, padahal partai itu mengusung nomor urut 2.
Terkait hal itu, Otsu menilai sebagai fenomena yang lumrah ditengah masih berlakunya politik transaksional.
"Baik yang terafiliasi maupun tidak dengan partai, itu hal biasa. Mungkin ada kepentingan tersendiri dari yang bersangkutan," ucapnya.
Sama seperti fenomena lainnya. Otsu menegaskan, fenomena membelot itu pun, tidak terlalu berdampak besar terhadap dukungan masyarakat.
"Ada efek terhadap arah dukungan kepada calon. Tapi besar kecil nya (dukungan), relatif," tandasnya.(Defri Arfiansyah )