Surabaya NAWACITAPOST - Tak salah jika masyarakat Karang Pilang, Wiyung dan Dukuh pakis memilih Endy Suhadi mewakili suaranya di DPRD Surabaya. Selain pekerja keras, Legislator Partai Gerindra ini dianggap sangat peduli terhadap masyarakat.
Di masa reses sidang keempat 2022 ini, Endy Suhadi bersama anggota DPRD yang lain ditugaskan untuk menjaring aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi dasar pembangunan infrastuktur dan SDM warga kota Surabaya.
Sebagai anggota Komisi C DPRD Surabaya bidang pembangunan, dalam resesnya Endy Suhadi memaparkan Trilogi pembangunan masyarakat Surabaya, yang pertama adalah Pembangunan Fisik Jasmani pengentasan kemiskinan.
"Salah satu strategi pengentasan kemiskinan yang penting selain mengurangi beban pengeluaran adalah dengan meningkatkan pendapatan seperti peningkatan akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan akses pemasaran, pengembangan keterampilan dan layanan usaha, serta pengembangan kewirausahaan, kemitraan, dan keperantaraan," tuturnya, Minggu 16 Oktober 2022.
Pembangunan masyarakat Surabaya, lanjut Endy, tak bisa lepas dari pembangunan mental yang bermartabat. “Penyakit yang menjadi penghalang pembangunan kota Surabaya ini tidak hanya korupsi, namun juga ketidakdisiplinan, ketidakjujuran, pelanggaran norma, intoleransi, hilangnya rasa saling menghargai dan menghormati, dan memudarnya rasa nasionalisme. Dan harus diakui, penyakit itu melanda hampir semua orang,” ungkap Endy.
“Maka dari itu, perlu sebuah gerakan masif pembangunan mental yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat kota. Gerakan menuju Surabaya yang lebih baik,” imbuhnya.
Trilogi pembangungan yang ketiga adalah Peningkatan Pembangunan Infrastruktur yang menyesuaikan kondisi ekonomi saat ini.
Dalam hal ini, Endy mengapresiasi seluruh pihak yang saling mendukung merumuskan Rancangan APBD kota Surabaya yang sudah menginjak angka hampir 12 triliun. "Terutama kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya sebagai dasar pembangunan kedepan," ucapnya.
"Maka dari itu, kami meminta masyarakat lebih pro aktif menggali informasi kekurangan di wilayahnya masing-masing, sampaikan ke kami, sebagai wakil rakyat kami berkewajiban memperjuangkannya," janji Endy.
Saat pelaksanaan dialog, banyak warga masih mempersoalkan hal-hal yang klasik, seperti masalah Zonasi PPDB sekolah, Banjir, pemerataan penerima Bantuan MBR dan PKH.
Yang baru adalah keluhan warga terkait utilitas terutama kabel internet dan listrik yang semrawut sehingga tidak enak dipandang sekaligus membahayakan.
"Sering saya melihat, kabel internet dan listrik bersliweran semrawut. Tidak enak dipandang dan membayakan," ungkap Dahlan salah seorang tokoh masyarakat Karang Pilang.
Terkait semua permasalah warga, Endy Suhadi yang terpilih menjadi anggota DPRD dari dapil V Surabaya ini memastikan semua akan dicatat dan kemudian akan dirapat paripurnakan bersama Pemerintah kota untuk menjadi rencana pembangunan kedepan.
"Intinya, masyarakat kota Surabaya khususnya di dapil V yang meliputi 9 kecamatan masih membutuhkan banyak sentuhan," ungkap Endy.
"Kami pastikan Fraksi Gerindra DPRD Surabaya akan keras memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat," tandasnya.
Diketahui, Dapil V Surabaya meliputi kecamatan Karang Pilang, Wiyung, Dukuh pakis, Asemrowo, Lakarsatri, Pakal, Benowo, Tandes dan Sambikerep. (*)