Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Dalam helatan Debat pertama yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Majalengka yang mempertemukan kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.
Salah satunya ialah datang dari Tim Kuasa Hukum dan Advokasi Paslon No urut Satu yang mempertanyakan netralitas KPU terkait tahapan acara debat yang dinilai adanya keberpihakan terhadap salah satu Paslon.
Diketahui, dalam rangkaian acara debat pertama yang bertempat di Islamic center Majalengka itu pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya terdapat video yang menampilkan gambar salah satu Paslon yaitu petahana pada saat dia memimpin Majalengka.
Hal itu, KPU Majalengka menanggapi bahwa dalam kegiatan debat kemarin terdapat gangguan teknis yang kedepannya akan diperhatikan dan diperbaiki.
Saat ditemui di sela kegiatan bimtek Pemungutan dan penghitungan suara dan penggunaan aplikasi sirekap bagi PPK, Kadiv Sospenlih, Parmas dan SDM KPU Majalengka Deden Syaripudin didampingi Kadiv Teknis KPU Andi Insan Shidik, dia mengatakan bahwa saat pelaksanaan tersebut pihaknya sudah mengirim konten multimedia kepada EO.
"Ada beberapa hal yang menjadi miskomunikasi teknis yaitu dalam urutan debat salah satunya video klip indonesia raya itu dipastikan kesalahan teknis karena kita selalu gunakan video klip yang sudah kita punya seperti biasa karena udah sering banget dan itu merupakan kesalahan teknis yang disampaikan ke EO," ujar Deden Syaripudin, Selasa (05/11/2024).
Dengan adanya kesalahan teknis itu, pihaknya mengaku tidak ada niat atau adanya keberpihakan terhadap salah satu Paslon.
"Karena videoklip yang biasa diputar itu menampilkan gambar pj bupati, komisioner 2023 - 2028 dan temen2 sekretariat sekarang tapi yang muncul di videoklip waktu debat itu ada pejabat yang dulu, komisioner dulu, dan sekretariat dulu padahal sekarang udah berubah," ucapnya.
"Dimana pihak even organizer sama sekali tidak mengetahui identitas orang orang yang ada dalam video klip tersebut dan bukan menunjukkan keberpihakan KPU kepada salah satu Paslon," tuturnya.
Lanjut Deden, soal konten multimedia, pihaknya terus melakukan perbaikan untuk lebih teliti dan selektif dengan harapan tidak menimbulkan persepsi yang berbeda ditengah masyarakat.
"KPU akan memastikan konten multimedia yang ditampilkan benar-benar tepat, sehingga tidak ada konten yang memicu persepsi keberpihakan serta SOP khusus telah diterapkan bagi EO agar semua tayangan sesuai dengan standar yang ditetapkan," jelasnya.
Menimbang hal itu, KPU Majalengka akan lebih ketat terlebih terkait konten multimedia, dengan harapan debat berikutnya berjalan lancar dan bebas dari gangguan teknis.
"KPU Majalengka akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak penyiaran untuk memastikan proses berlangsung lancar dan bebas dari gangguan teknis lagi," ungkapnya.
Tak hanya itu, KPU juga mengucapkan banyak terimakasih bagi seluruh pihak yang telah memberikan masukan dan kritikan untuk perbaikan kedepannya.