Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pernikahan anak Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Jumat (29/7/2022), dimanfaatkan secara seksama oleh Nasdem, Demokrat, dan PKS.
Baca Juga : Bakal Calonkan Anies di Pilpres 2024, Nasdem Harus Siap Terima Rizieq Shihab
Pembicaraan ketiga partai politik itu, berkisar Pilpres 2024. Nasdem dan PKS sepakat mengusung Anies sebagai bakal calon Presiden 2024. Demokrat berharap daya tawar politiknya tetap, mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pendampingnya.
Secara administrasi politik, ketiganya memenuhi syarat untuk mengusung capres dan cawapres sebagai poros politik. Presiden Treshold (PT) 20 persen telah dilewatinya.
Menyoal Demokrat, nampaknya tetap menempatkan AHY menjadi cawapres. Daya tawarnya sudah turun satu langkah.
Padahal, sebenarnya anak pertama SBY, itu turunnya sangat drastis menjelang Pilpres 2024.
Secara person, AHY kalah di Pilkada Jakarta 2017, apalagi secara kelembagaan partai, Demokrat kalah telak di Pileg 2019.
Maka, jatah cawapresnya buat suami dari Anisa Pohan, boleh dikatakan belum final, karena Nasdem dan PKS hanya mengingingkan PT terpenuhi, dan Demokrat yang bisa memenuhinya.
Yang jelas, Nasdem, satu dari tiga partai itu, kemungkinan tidak akan bersama lagi dengan PDIP. PKS dan Demokrat menjadi temannya dalam koalisi, lalu Anies diplot menjadi Capres, maka siap-siap AHY menelan pil pahit hanya dijadikan sebagai pemanis belaka saja.