Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam berbagai kesempatan di acara resminya; Rakernas, dan pernyataan para petingginya, mulai dari struktur Pembina sampai jajaran pengurus pusatnya secara terang-terangan tak merasa cocok dengan Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta.
Baca Juga : Bakal Calonkan Anies di Pilpres 2024, Nasdem Harus Siap Terima Rizieq Shihab
Dari berbagai rangkuman, alasan PSI karena kinerja Anies sebagai Gubernur Jakarta banyak yang gagal : banjir bertambah banyak, kemacetan bukan berkurang, dan pemborosan anggaran (APBD) mengalir ke sejumlah kelompok dan orang tertentu. Intinya, kesejahteraan rakyat bukan membaik, malah kemiskinan warga Jakarta meningkat.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natali dalam sebuah chanel Youtube belum lama berselang menyatakan, jika Presiden dipimpin Anies akan hancur. Sebelumnya, Ketua Umum DPP PSI, Garing Ganesha, menyebut Anies pembonong, "Pura-pura peduli, adalah kebohongan Gubernur Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024," katanya mengutip unggahan video dalam akun Instagram @psi_id, tegas mantan vokalis band Nidji.
Rupanya apa yang menjadi keputusan PSI, tak diikuti seorang kadernya bernama Surya Tjandra. Wakil Menteri ATR/BPR 2019 -2022 yang diberhentikan Presiden Jokowi.
Setelah hilang dari peredaran, Surya Tjandra membuat pernyataan, mendukung Anies di Pilpres 2024. Surya yakin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014 – 2016 alias Anies, bisa meneruskan program dan kebijakan yang dibuat Presiden Jokowi.
Pernyataan Surya yang berbeda dengan keputusan PSI, terkait Anies, membuat Jubir PSI, Juru Bicara PSI Ariyo Bimmo menilai Surya Tjandra sangat mengerti nilai-nilai yang diperjuangkan oleh PSI. Bimmo menyebut PSI tengah menunggu perkembangan sikap Surya Tjandra.
"Bro Surtjan (Surya Tjandra) ini adalah sahabat kami, dia salah satu kader yang sangat mengerti nilai-nilai yang diperjuangkan PSI. Kita tunggu saja perkembangan berikutnya," ujar Bimmo.
Sebelum Surya, ada pengurus DPP PSI, Tsamara Amany, mengundurkan diri dari PSI secara terhormat. Tsamara mundur karena menikah dengan suaminya pendukung Anies, supaya tak ada konflik kepentingan, maka Tsamara mengundurkan diri dari PSI.
Namun, yang dilakukan Surtjan, masih menjadi kader PSI, malah mendukung Anies. Seharusnya dia mengundurkan sebagai kader PSI secara resmi.
Jelas sekali terlihat, Surtjan yang dicopot dari jabatan Wamen, sepertinya tak terima pencopotan itu. Makanya setelah jadi eks Wamen, maka ulah dan sifa aslinya nampak.
Ternyata benar Presiden Jokowi mencopotnya Surtjan, mungkin selain kinerjanya buruk, dan tak mendukung apa yang diputuskan Presiden, hal lainnya mungkin sudah kena pengaruh Anies?