Kamis, 4 Juni 2026

Rame-Rame Kader Inti Demokrat Hengkang ke Partai Lain, Bukti Kegagalan Pensiunan Mayor

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 13 Juni 2022 | 16:56 WIB
Kolase
Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Demokrat Cikeas adalah partai politik yang terus dilanda masalah, karena ulahnya sendiri. Permintaan AHY untuk pensiun dini atas kemaunnya sendiri, dengan pangkat Mayor TNI Purnawirawan, menjadi awal partai bintang segitiga mercy itu mengerucut kekuasaannya di tangan 3 orang (SBY, AHY dan Ibas).

Baca Juga : Aneh! AHY Otoriter, Mengangkat Ketua yang Kalah Suara di Musda


Bahkan sebutan kekuasaan demokrat di parlemen ada ditangan Ibas, dan AHY berkuasa di luar parlemen, menjadi perbincangan mengemuka dan tak pernah putus di kalangan internal partai itu.

Baca Juga : Diduga Kader Demokrat Pukuli Anak Anggota DPR : Polisi Sudah Tahan, AHY Malah Cuek?


AHY boleh dibilang anak kandung dan anak politik SBY yang gagal. Pilkada Jakarta 2017, ia tak berhasil menjadi Gubernur, hanya tampil sebagai Cagub.

Syahwat politik kekuasaan AHY terus memuncak. Ketua umum partai berhasil diraihnya, karena aroma setingan yang luar biasa dari SBY, walaupun itu dibungkus dengan agenda kongres.

Akibatnya, kader partai yang bersenyawa dengan AHY, menjadi sewenang-wenang. Diduga Benny K Harman, dan salah satu kader partai yang di jalan dalam tol Jakarta, melakukan tindakan kekerasan.

Tragisnya, lagi hasil Musda yang sudah diketuk palu sidang dan final mengikat, bisa dibatalkan oleh trio Cikeas, karena ketua partainya, mungkin bukan keinginan dan tak sejalan dengan kemauan suami dari Anisa Pohan.

Hal itu, pula yang membuat kader partai demokrat di daerah rame-rame eksodus atau hengkang ke partai lain.

Setelah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang menang di Musda demokrat Sulsel tak dikehendaki AHY, pindah ke Golkar.

Kini Ketua DPC Demokrat Kabupaten Maros Amirullah Nur mengikuti jejak langkah IAS, keluar dari Demokrat.

Lalu Amirullah Nur pun menyitir pernyataan cerdas dan berkelas dari Presiden RI ke-3, BJ Habibie, "Presiden BJ Habibie secara kesatria memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden setelah laporan pertanggungjawabannya (LPJ) ditolak MPR, di awal refromasi tahun 1999. Untuk itu kami secara kesatria ingin mundur dan tidak ingin lagi dipimpin saudara Ni'matullah. Analoginya sama saja saya muntah, saya jilat lagi air liur saya. Iya toh," tandasnya.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB