Kamis, 4 Juni 2026

Bumbung Kosong Tanda Tak Mampu? Ini kata Ketua Gerindra Surabaya

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 10 September 2024 | 16:00 WIB
Foto : Penyerahan B1-KWK partai Gerindra dari ketua DPC Gerindra Surabaya kepada paslon Walikota dan wakil walikota Surabaya, Eri Cahyadi - Armuji (Nawi)
Foto : Penyerahan B1-KWK partai Gerindra dari ketua DPC Gerindra Surabaya kepada paslon Walikota dan wakil walikota Surabaya, Eri Cahyadi - Armuji (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, memberikan tanggapan terkait gerakan "Menangkan Bumbung Kosong" yang diusung oleh Aliansi Relawan Surabaya Maju.

Menurut Cahyo, gerakan ini adalah hal yang wajar dalam demokrasi dan bukan berarti proses demokrasi gagal.

"Gerakan bumbung kosong adalah bagian dari proses demokrasi. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju, dan itu wajar. Saya selalu menekankan bahwa bumbung kosong atau calon tunggal tidak menunjukkan bahwa demokrasi gagal," ujar Cahyo kepada awak media di gedung Dewan Yos Sudarso, Senin (9/9).

Baca Juga: Ribuan Warga Ikuti Senam SICITA, PDIP Surabaya Sosialisasikan Risma-Gus Hans dan Eri-Armuji

Cahyo menjelaskan bahwa partai politik memiliki struktur yang lengkap dari tingkat ranting hingga pusat, serta didukung oleh anggota fraksi. Menurutnya, keputusan untuk mendukung pasangan petahana, Eri Cahyadi dan Armuji (Erji), adalah langkah yang tepat karena telah diusulkan oleh Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra.

"Partai politik memiliki struktur, dan semuanya sepakat bahwa nama yang diusulkan oleh Pak Prabowo adalah pilihan yang tepat untuk diusung," tegas Cahyo.

Lebih lanjut, Cahyo menambahkan bahwa meskipun melawan bumbung kosong, proses demokrasi tetap berjalan, khususnya di internal partai politik. Ia juga mengingatkan bahwa sebelum reformasi, pemilihan kepala daerah dilakukan melalui legislatif secara tidak langsung.

Baca Juga: PPP dan PKS Surabaya Teguhkan Silaturami: Berjuang untuk Kemajuan Kota

"Proses demokrasi tetap berjalan. Apakah bumbung kosong itu tidak demokratis? Belum tentu. Demokrasi tetap berjalan meskipun ada calon tunggal," imbuh Cahyo.

Cahyo juga mengklaim bahwa 18 partai politik mendukung pasangan Erji karena mereka dianggap mampu membangun Surabaya dengan lebih baik di masa depan. Dukungan masif dari partai-partai politik ini, menurutnya, adalah hal yang wajar mengingat kepercayaan masyarakat terhadap pasangan tersebut.

"Bumbung kosong tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di Gresik, Trenggalek, Ngawi, dan Kota Pasuruan," tutup Cahyo. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB