Jumat, 5 Juni 2026

Maju Pilpres 2024, Pengamat Politik : Anies Baswedan Terganjal Janji-Janji Kampanye

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:04 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Peluang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam pemilihan presiden (Pilpres ) 2024 berpotensi terganjal oleh janji-janji kampanyenya.

Hal ini disampaikan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Publik Institute, Karyono Wibowo, kepada NAWACITAPOST, Rabu (27/10/2021).

Karyono menyebutkan bahwa peluang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam maju sebagai kandindat calon presiden (Capres ) 2024 mendatang akan terganjal dengan janji-janji kampanye dan program kerja yang sampai saat ini belum terealisasi.

“Kalau Anies maju sebagai capres, maka bisa terganjal dengan janji-janji kampanye saat maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta silam,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, dengan sejumlah program dan janji kampanye Anies seperti Rumah DP Nol persen juga yang belum terealisasi hingga jelang masa jabatannya berakhir akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat atas pencalonan Anies sebagai Capres.

“Tentu janji seperti program Rumah DP Nol persen akan membuat masyarakat pertimbangkan untuk memilih Anies di Pilpres 2024 mendatang, karena banyak PR yang belum dituntaskan Anies hingga jelang masa jabatannya berakhir pada 2022,” jelasnya.

Selain itu, jika dalam program Formula E juga ditemukan persoalan hukum, maka peluang Anies sangat sulit.

“Kalau problem soal Formula E ini muncul dengan adanya menuju ranah hukum maka yang terjadi pada Anies di Pilpres 2024 sangat sulit,” ucapnya.

Namun, kata dia, belum terlihat partai politik yang secara resmi mendukung Anies sebagai capres 2024. Sehingga tiket Anies maju di Pilpres 2024 masih belum jelas.

Diketahui, sebelumnya, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada Selasa (26/10/2021) melakukan penelitian jajak pendapat masyarakat dengan metode survei kepada masyarakat .

Direktur Pusat Data LKPI Alamsyah Wijaya, mengatakan, tujuan penelitian ini dilakukan guna memprediksi sejumlah nama tokoh-tokoh nasional yang masuk sebagai calon presiden (Capres ) 2024 mendatang.

Hasil survei menunjukan dukungan masyarakat atau kecenderungan pilihan masyarakat disaat pandemic covid kepada Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar menjadi presiden sebagai suksesor Jokowi menempati urutan tertinggi dipilih sebanyak 30,70 persen dan diurutan kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 20,20 persen , lalu diurutan ketiga ditempati oleh ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dipilih sebanyak 14,3 persen ,dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 10,8 persen dan nama ketua umum lainnya diabwah 10 persen yang memilih .

Dia menjelaskan, ketika dilakukan simulasi nama nama Ketua Umum Parpol dan nama nama non ketum parpol ,dan di tanyakan kepada 1820 respoden dengan pertanyaan tokoh mana yang akan menjadi pilihan respoden jika pemilihan presiden digelar hari ini dan pilihan dari sebanyak 76,8 persen responden yang menyatakan akan memilih jika pilpres digelar hari ini ,maka hasilnya adalah sebagai berikut.

“ Airlangga menjadi tokoh yang dipilih paling tinggi sebanyak 11,8 persen dan hanya seleisih dengan Ganjar Pranowo yang dipilih sebanyak 11,7 persen ,tingkat elektabilitas Airlangga terdongkrak dengan keberhasilnya dalam menjalan tugas dari Presiden Jokowi dalam melakukan penanggulangan Covid 19 dan pemulihan ekonomi ,sementara tingginya tingkat elektabilitas Ganjar Pranowo diakibatkan ,” sebutnya.

Sementara itu, pergerakan yang sangat massive dari para relawan Ganjar Pranowo for presiden baik melalui serangan darat langsung ke masyarakat maupun di media sosial ,dan diurutan ketiga ditempati oleh Ketua Umum Gerindra 10,2 persen .

Kemudian yang menarik dari hasil temuan survei yaitu Gatot Nurmantyo dipilih sebanyak 8,1 persen yang merupakan tokoh dari kalangan TNI yang bukan pejabat negara ,pimpinan parpol atau kader parpol ,hal ini menunjukan kalau Gatot Nurmantyo menjadi simbol antitesa dari para tokoh tokoh parpol dan pejabat negara yang punya kesempatan maju sebagai Capres.

Selanjutnya, disusul oleh Puan Maharani dengan tingkat keterpilihan 7,6 persen yang menjadikan Puan Maharani hari ini menjadi wanita yang memiliki pegarauh paling kuat dalam jagat perpolitikan Indonesia ,kemudian Muldoko yang juga dari kalangan TNI dengan 7,6 persen ,Tri Rismaharini yang sangat vulgar dan fenomenal selama menjabat Mensteri sosial menjadi pilihan publik dengan 4,4 persen.

Kemudian, disusul Anies Baswedan yang hanya dipilih sebanyak 3,3 persen ,rendahnya keterpilihan Anies Baswedan akibat dampak Formula E Gate yang dianggap publik bertendensi merugikan keuangan negara dan tidak bermanfaat bagi warga kota Jakarta.

Kemudian Muhaimin Iskandar 3,2 persen , Megawati Soekarnoputri 2,5 persen , Ridwan Kamil 1,9 persen , Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen ,dan tokoh ketua umum parpol lainnya dibawah 1 persen dan yang tidak memilih sebanyak 23,2 persen.

“Hal ini menunjukan bahwa belum ada Capres yang tingkat keterpilihannya bisa melewati para pemilih yang belum menentukan pilihannya jika pilpres digelar hari ini ,” ucapnya.

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB