Jakarta, NAWACITAPOST- Polemik program Formula E hingga kini masih terus menyimpan teka-teki, meskipun Pemprov DKI Jakarta telah resmi menjadi tuan rumah ajang balapan Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang.
Menyikapi soal itu Juru Bicara PSI, Nanang Priyo Utomo menyesalakn Pemprov DKI Jakarta yang memaksakan untuk tetap menyelenggarakan balapan Formula E.
“Saya menyesalkan pemprov DKI yang memaksakan untuk tetap menyelenggarakan balapan formula E. Event ini sebenarnya event yang tidak perlu dan bukan event yang punya daya saing tinggi di dunia olahraga,” kata Nanang saat dihubungi NAWACITAPOST, Rabu (27/10/2021).
Namun, terkait soal adanya kepentingan Anies Baswedan dalam ajang balapan Formula E untuk popularitas, dia engga berkomentar banyak.
“Saya tidak tahu persis. tapi jika memang itu ajang cari popuaritas juga tidak akan efektif,” kata dia.
Sedot Uang Rakyat Demi Popularitas
Menurut dia, popuaritas seorang gubernur bisa dibangun dengan menepati janji -janjinya bukan dengan mengadakan event yang menyedot uang rakyat untuk kepentingan yang tidak jelas.
“Kalau Pak Anies bisa mewujdkan rumah DP 0 sebagaimana target awal gak usah mengadakan balapan juga akan populer sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, banyak pihak menilai bahwa elektabilitas Anies Baswedan akan terhambat dengan program Formula E tersebut karena banyak masyarakat yang tidak simpatik terhadap ajang balapan Formula E itu.
Seperti diketahui, Jakarta resmi ditetapkan menjadi tuan rumah ajang balapan Formula E pada 4 Juni 2022.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambut baik resminya Jakarta menjadi tuan rumah Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang.
Anies juga menyebut, semua persiapan sudah dilakukan untuk menyambut gelaran balapan mobil lsitrik tingkat internasional tersebut.
Anies juga menyebut, bahwa seluruh persiapan telah dilakukan untuk menyambut gelaran balapan mobil listrik tingkat internasional itu.
Namun, pemprov belum menyampaikan dimana tempat yang akan dipilih sebagai sirkut ajang Formula E di Jakarta.
Survei LKPI soal Anies
Diketahui, sebelumnya, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada Selasa (26/10/2021) melakukan penelitian jajak pendapat masyarakat dengan metode survei kepada masyarakat .
Direktur Pusat Data LKPI Alamsyah Wijaya, mengatakan, tujuan penelitian ini dilakukan guna memprediksi sejumlah nama tokoh-tokoh nasional yang masuk sebagai calon presiden (Capres ) 2024 mendatang.
Hasil survei menunjukan dukungan masyarakat atau kecenderungan pilihan masyarakat disaat pandemic covid kepada Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar menjadi presiden sebagai suksesor Jokowi menempati urutan tertinggi dipilih sebanyak 30,70 persen dan diurutan kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 20,20 persen , lalu diurutan ketiga ditempati oleh ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dipilih sebanyak 14,3 persen ,dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 10,8 persen dan nama ketua umum lainnya diabwah 10 persen yang memilih .
Dia menjelaskan, ketika dilakukan simulasi nama nama Ketua Umum Parpol dan nama nama non ketum parpol ,dan di tanyakan kepada 1820 respoden dengan pertanyaan tokoh mana yang akan menjadi pilihan respoden jika pemilihan presiden digelar hari ini dan pilihan dari sebanyak 76,8 persen responden yang menyatakan akan memilih jika pilpres digelar hari ini ,maka hasilnya adalah sebagai berikut.
“ Airlangga menjadi tokoh yang dipilih paling tinggi sebanyak 11,8 persen dan hanya seleisih dengan Ganjar Pranowo yang dipilih sebanyak 11,7 persen ,tingkat elektabilitas Airlangga terdongkrak dengan keberhasilnya dalam menjalan tugas dari Presiden Jokowi dalam melakukan penanggulangan Covid 19 dan pemulihan ekonomi ,sementara tingginya tingkat elektabilitas Ganjar Pranowo diakibatkan ,” sebutnya.
Sementara itu, pergerakan yang sangat massive dari para relawan Ganjar Pranowo for presiden baik melalui serangan darat langsung ke masyarakat maupun di media sosial ,dan diurutan ketiga ditempati oleh Ketua Umum Gerindra 10,2 persen .
Kemudian yang menarik dari hasil temuan survei yaitu Gatot Nurmantyo dipilih sebanyak 8,1 persen yang merupakan tokoh dari kalangan TNI yang bukan pejabat negara ,pimpinan parpol atau kader parpol ,hal ini menunjukan kalau Gatot Nurmantyo menjadi simbol antitesa dari para tokoh tokoh parpol dan pejabat negara yang punya kesempatan maju sebagai Capres.
Selanjutnya, disusul oleh Puan Maharani dengan tingkat keterpilihan 7,6 persen yang menjadikan Puan Maharani hari ini menjadi wanita yang memiliki pegarauh paling kuat dalam jagat perpolitikan Indonesia ,kemudian Muldoko yang juga dari kalangan TNI dengan 7,6 persen ,Tri Rismaharini yang sangat vulgar dan fenomenal selama menjabat Mensteri sosial menjadi pilihan publik dengan 4,4 persen.
Kemudian, disusul Anies Baswedan yang hanya dipilih sebanyak 3,3 persen ,rendahnya keterpilihan Anies Baswedan akibat dampak Formula E Gate yang dianggap publik bertendensi merugikan keuangan negara dan tidak bermanfaat bagi warga kota Jakarta.
Kemudian Muhaimin Iskandar 3,2 persen , Megawati Soekarnoputri 2,5 persen , Ridwan Kamil 1,9 persen , Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen ,dan tokoh ketua umum parpol lainnya dibawah 1 persen dan yang tidak memilih sebanyak 23,2 persen.
“Hal ini menunjukan bahwa belum ada Capres yang tingkat keterpilihannya bisa melewati para pemilih yang belum menentukan pilihannya jika pilpres digelar hari ini ,” ucapnya
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/news/2021/09/28/gebyar-akhir-tahun-nawacita-tv-gelar-kompetisi-berhadiah-jutaan-rupiah/
Simak Video Lucinta Luna Bongkar jati Dirinya Sebagai Pria ?
https://www.instagram.com/reel/CVhHy0QpABQ/?utm_medium=copy_link