Baca Juga : “Panik Takut Kalah : AHY Berkoalisi Dengan Hulubalangnya Membuat Kebohongan dan Fitnah Yang Keji”
Tak hanya kaget. Rakyat juga bertanya tanya perihal Megawati menggulingkan Presiden Gusdur. Apakah itu benar atau jangan jangan apa yang disampaikan DPP Demokrat AHY itu benar? Apalagi tagline nya saat memberikan pernyataan itu adalah Demokrat Berkoalisi Dengan Rakyat.
Ketika SBY maju Capres tahun 2003 yang menumpang di Partai Demokrat, aneka kebohongan sebetulnya sudah terasa lazim dilakukan SBY.
Tahun 2003 itu SBY menyatakan loyal pada Presiden Megawati dan tidak maju sebagai Capres, ternyata SBY berbohong ke Presiden Megawati. SBY menggunakan siasat terdzolimi dan maju Pilpres mengalahkan Presiden Megawati.
Kebohongan fundamental lainnya adalah soal pendiri Partai Demokrat. SBY tidak terlibat sebagai pendiri PD pada 2001, akan tetapi pada Mukadimah AD/ART PD Kongres 2020, SBY menjadi Founding Father bersama Ventje Rumangkang dan menghilangkan 98 Founding Father lainnya. Kebohongan yang mungkin akan berbuah karma untuk SBY dan keturunannya.
Terkait pernyataan resmi DPP AHY tentang Megawati Menggulingkan Gusdur, kami dengan sangat serius dan hati hati menanyakan perihal kebenaran pernyataan resmi itu ke sahabat sahabat kami di PDIP dan Gusdurian.
Herzaky tentu tidak asal bicara. Kami tahu betul bahwa SBY sangat ketat dan sangat teliti dalam memilih dan menunjuk seseorang untuk jadi juru bicara partai.
Tahun 2012, SBY melakukan seleksi khusus untuk menentukan seseorang untuk jadi jurubicara partai. Bahkan calon jurubicara partai itu dibekali dulu dengan pendidikan khusus yang dikemas dalam public relations course selama 1 minggu lebih di Cipanas, Jawa Barat.
Walaupun Selasa (5/10/2021) Herzaky meralat ucapannya dan mengaku salah ucap, namun, apa yang disampaikan Herzaky itu tidak bisa dianggap main main. SBY atau AHY harus menjelaskan kepada masyarakat Indonesia terkait pernyataan resmi DPP asuhan SBY yang menyebut Megawati Menggulingkan Gusdur, yang diwakili oleh Herzaky sebagai Jurubicara itu.
Apakah diinternal Demokrat asuhan SBY itu dibangun keyakinan bahwa Megawati Menggulingkan Gusdur, sehingga keyakinan itu yang dibawah alam sadar disampaikan Herzaky kepada masyarakat Indonesia?
Begitu juga dengan keyakinan lain dimana Herzaky misalnya membabi buta mengatakan SBY pendiri Partai Demokrat, atau mengatakan Demokrat menyelamatkan Demokrasi. Padahal sesungguhnya, SBY bukan pendiri partai dan isi AD ART nya tidak ada tanda tanda ingin menyelamatkan demokrasi.
Karena itu, SBY atau AHY harus menjelaskan secara langsung kepada Rakyat Indonesia. Apakah yang disampaikan Herzaky itu bagian dari dokrin didalam DPP asuhan SBY?.
Jika ternyata tidak benar, maka SBY dan AHY tentu harus menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan kesatria kepada Ibu Megawati dan kepada rakyat Indonesia.
Jika SBY dan AHY tidak menjelaskan ini, maka fakta kebohongan DPP asuhan SBY yang katanya Berkoalisi dengan Rakyat itu akan makin lengkap.
Akan sangat sulit dipercaya kata kata yang keluar dari mulut Pembohong. Bentuk kebohongan yang nyaris sempurna adalah manipulasi isi AD ART Partai Demokrat tahun 2020 yang memasukkan SBY sebagai pendiri dan keinginan SBY mempertahankan paham tirani, otoriter, dan oligarki, namun dibalut dengan tagline berkoalisi dengan rakyat dan mengaku menyelamatkan demokrasi.
Mungkinkah SBY dan anak kandungnya, AHY pelihara pembohong untuk mengelabui rakyat?