Jakarta, NAWACITAPOST- Politisi Ferdinand Hutahean angkat bicara soal pernyataan pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyampaikan bahwa kadernya agar mendekatkan diri dengan masyarakat dengan menampung aspirasi dan mengusung tagline “Berkoalisi dengan Rakyat”, partai Demokrat kubu AHY ini ingin selamanya berkoalisi dengan rakyat.
Ferdinand menilai apa yang disampaikan SBY soal berkoalisi dengan Rakyat sangat bertolak belaka, pasalnya selama ini Partai Demokrat lebih dikenal dengan berbagai kasus diantaranya soal dugaan kasus korupsi yang terjadi seperti Budhi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018., kemudian kasus korupsi Bank Century dan Hambalang yang sampai saat ini belum juga terungkap siapa yang bertanggung jawan atas korupsi kasus tersebut.
Selain itu, kata Ferdinand Demokrat kubu AHY seolah menunjukkan berpihak kepada rakyat itu hal yang bagus dan sah saja, namun yang dimaksud berbentuk berkoalisi dengan rakyat seperti apa jangan sampai menyakiti hati rakyat karena adanya kasus korupsi yang dilakukan para kadernya.
“ Kalau berkoalisi dengan rakyat wajar saja tetapi apa komitmen itu jelas dan tidak menyakitkan hati rakyat dengan adanya kasus korupsi yang sering terjadi pada kader Demokrat, salah satunya kasus korupsi Bupati Banjanegara yag ditangkap KPK,” jelasnya.
Sementara itu, dia menilai bahwa Demokrat kubu AHY lebih mementingkan dinasti Cikeas daripada kepentingan rakyat dan partai.
Seperti diketahui, SBY meminta agar semua kadernya untuk bersinergi dengan rakyat sesuai taglinenya” Berkoalisi dengan rakyat’, bahkan SBY juga meminta agar kader Demokrat diwajibkan dekat dengan rakyat dan mendengarkan aspirasi rakyat.
Selain itu, SBY mengingatkan agar para kadernya untuk peka atas persoalan rakyat serta mengajak untuk berjuang demi kepentingan rakyat.
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB