Kamis, 4 Juni 2026

Jatuhkan Jokowi Secara Inkonstitusional,  Sama dengan Taliban  

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 30 Agustus 2021 | 15:59 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Saat Orde Baru berkuasa. Kritik, apalagi cacian kepada pemerintah. Resikonya bisa dipenjara, atau mungkin hilang dari peredaran. Tak cuman itu, hak-hak sosial, ekonomi, dan politik dicabut. Bukan hanya kepada dirinya, tetapi berimbas kepada keluarganya. Begitulah rezim Soeharto berkuasa selama 32 tahun (1966 -1998).

Baca Juga : BBM Satu Harga, Warga Papua Tak Lagi Beli Premium Rp 15 Ribu




Jangan tanya perhatiannya terhadap Kawasan Timur Indonesia. Wacana pun tak pernah digulirkan. Yang ada malah eksploitasi sumber daya alam Freeport yang terjadi. Keuntungan Freport tak penah didapat masyarakat Papua. Malah pundi-pundi keluarga Cendana melimpah ruah diraihnya dengan kerjasama sepihak antara Soeharto dan pihak Freeport.

Baca Juga : Jokowi Resmikan Bendungan Napun Gete NTT, Warga Flores : Benny Kabur Harman Tak Berbuat Apa-Apa



Kini era sudah berubah. Saat ini, Presidennya Jokowi. Lebih dari sepuluh kali Jokowi berkunjung dan membangun Papua. Jalan Trans Papua membentang mulus beribu-ribu kilomoter dari Papua Barat sampai Papua, bahkan gedung perbatasan dengan negara tetangga,  New Guinea dipercantik dan dibuat senyaman mungkin. Selain itu, saham terbesar di Freeport sudah dikuasai negara. Ditambah penerapan satu harga BBM di Papua. Itu hanya terjadi dengan tangan lembut, kasih sayang tulus dan jujur dari suami Iriana Jokowi.

Sementara dari SDM. Warga asli Papua sudah menempati pos-pos penting di republik ini. Wakil Menteri PUPR, Kepala Badan Intelejen dan Keamanan Polri Komjen Paulus Waterpauw,  John Wempi Wetipo Staf milenial ( Billy Mambrasar), staf khusus Presiden (Lenis Kagoya) serta orang-orang hebat dan cerdas asal Papua banyak bergerak dan membantu rakyat Indonesia yang kekurangan terutama di kawasan Barat Indonesia.

Hal yang sama dilakukan Jokowi di NTT. Bendungan dibangun dan saat ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh warga NTT. Orang hebat dan cerdas banyak menempati pos penting di republik ini. Mulai dari Menteri sampai dengan bidang-bidang lainnya.

Terkait Jokowi. Perhatian rakyat Kawasan Timur Indonesia  menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin bangsa yang menjiwai sosok Bung Karno. Artinya, Irian (sebutan Soekarno kala itu), kini Papua. Menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari NKRI. Tulus dan kerja kerasnya Sokarno ada pada diri Jokowi, begitu benang merah yang terungkap dari warga Papua.

Dalam cuitan di Twitternya Frank Ronald Lampard8 yang dibuat apda Sabtu 28 Agustus 2021 dengan tema  ESAN TAJAM DARI INDONESIA TIMUR.

"Untuk wilayah Papua dan Papua Barat. Disini daerah yang sangat-sangat jarang dikunjungi oleh seorang presiden, tapi beliau (Presiden Jokowi) menyiapkan waktu kenegaraan untuk datang mengunjungi, melihat, sekaligus menyentuh masyarakat yang ada di Papua, terutama masyarakat Papua Barat. Memang untuk Pribadi saya Pak Jokowi adalah pemimpin bangsa yang menjiwai sosok Bung Karno Presiden pertama kita. Kami anak-anak Papua di sini sangat merespon Pak Jokowi. Dan, kami tidak akan pernah membiarkan Pak Jokowi berjalan sendiri, khusus wilayah Papua Barat. Siapapun yang melawan Jokowi, kami barisan belakang Jokowi siap menghadapi mereka, tegas akun itu.

Masih kata akun Twitter tersebut. "Berpuluh-puluh tahun Indonesia Timur tak diperhatikan oleh presiden-presiden sebelumnya. Namun, Indonesia Timur tak pernah mencela presiden-presiden tersebut. Menanggapi para kaum sakit hati yang ingin menjatuhkan Jokowi, warga NTT dan Papua pun tak tinggal diam. Bahkan seorang warga Papua mengungkapkan bahwa siapapun yang melawan Jokowi, kami siap untuk melawan mereka,tandasnya.

Ditambahkan juga dalam akun Twitter itu dalam shiwa go channel seorang warga NTT "Beta(saya) heran dengan yang di barat, khususnya yang tidak suka dengan presiden Jokowi. Kalian itu maunya presiden yang seperti apa, ha?? Apa kalian mau presiden yang mau 32 tahun berkuasa terus kalian tidak bisa mengkritik,"tandasnya.

"Sekarang kalian sudah diberikan kebebasan untuk mengkritik, kalian bukan mengkritik  malah menghina, dan yang parah lagi kalian menuntut agar presiden diganti, padahal belum waktunya. Itukah  yang kalian katakan bahwa pendidikan di Indonesia barat lebih baik dari Indonesia timur," paparnya.

"Kok bisa-bisanya kalian memiliki pemikiran  yang sangat dangkal seperti itu. Kalau kalian menuntut  agar presiden diganti, padahal belum waktunya, dan di luar konstitusi. Artinya kalian sama dengan Taliban, tidak ada jauh bedanya dengan Taliban, urainya.

"Kalian itu sudah diperhatikan, tapi masih saja mengeluh seperti anak mami. Kami Indonesia Timur berpuluh-puluh tahun tidak diperhatikan, kami tidak mengeluh, kami tidak mengemis, kami diam saja dan bekerja. Dan kali ini Bapak Jokowi datang untuk membangun Indonesia Timur, dan itu kami berterimakasih kepada beliau. Kalian baru saja tidak diperhatikan satu hari saja, mengeluh seperti orang kelaparan sudah mai mati besok," pungkasnya.





















































Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB