Jakarta, NAWACITAPOST- Munculnya Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ditengah politik Indonesia semakin membuat gelisah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pasalnya dengan hadirnya Partai Gelora akan mempengaruhi suara bagi PKS dalam Pemilu 2024 mendatang.
Untuk diketahui, sebelumnya Partai Gelora Indonesia telah sah menajdi partai politik usai mendapatka Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) sebagai badan hukum parpol pada beberapa waktu lalu. Partai Gelora telah menyiapkan diri agar bisa bertarung di Pemilu 2024.
Namun, banyak pihak yang menilai bahwa kekuatan politik Partai Gelora Indonesia akan semakin membuah resah PKS .
Partai Gelora Indonesia sendiri dipimpin oleh mantan kader senior dari PKS yakni Anis Matta, menjabat sebagai Ketua umum, Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua Umum
Miliki perbedaan pandangan politik Gelora dan PKS
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta mengatakan bahwa Partai Gelora menegaskan memiliki perbedaan platfrom yang fundamental tentang Indonesia Masa Depan dibandingkan dengan Partai Keadilann Sejahtera (PKS).
Di antaranya, Partai Gelora mengusung platfrom arah baru sejarah Indonesia sebagai salah satu pemain utama kekuatan global.
“Menjadikan Indonesia kekuatan kelima dunia setelah Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Rusia dan China . Untuk mewujudkan hal itu, Partai Gelora mengajak semua komponen bangsa untuk berkolaborasi.
Anis Matta membeberkan bahwa Partai Gelora Indonesia , Pancasila sebagai platfrom dasar berbangsa dan bernegara memiliki nilai inti kolaborasi. Maka kemajuan Indonesia hanya dapat terwujud jika semangat kolaborasi kedepannya.
Menurut dia, Partai Gelora ingin mengakhiri pembelahan yang terjadi di masyarakat antara Islamis dan Nasionalis, antara kelompok tengah, kanan dan kiri.
Selain itu, dia menjelaskan perbedaan antara Partai Gelora dengan PKS. Dasar pendirian Partai Gelora adalah perbedaan pemikiran mengenai plafrom narasi arah baru sejarah Indonesia.
Tak hanya itu, Partai Gelora Indonesia diprediksi akan mengambil suara milenial dari kader PKS yang ingin merasakan perubahan
Sementara itu, peluang dalam pemilu 2024, dipastikan Partai Gelora akan mengambil suara PKS di pemilihan Legislatif (pileg) 2024
Dengan munculnya Partai Gelora maka ada celah yang dibisa dimanfaatkan oleh Partai Gelora untuk mengeruk suara pemilih. Karena kata dia, Gelora memiliki kesempatan untuk merebut basis suara PKS.
PKS Semakin Terpuruk
Bahkan, hasil survey yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) semakin memburuk.
Direktur IPO Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan, dalam survey yang dilakukan IPO pada Agustus 2021 tersebut, tingkat elektabilitas PKS menurun ke posisi 8 dengan perolehan suara 4,9 persen.
Padahal jika dilihat dari survey sebelumnya pada bulan April 2021 lalu, PKS setidaknya masih berada di urutan 5 dengan perolehan 5,3 persen.
Dedi menyebutkan, dengan munculnya Partai Gelora menjadi salah satu faktor merosotnya elektabilitas PKS.
“Kondisi PKS sangat mungkin dipengaruhi lahirnya Partai Gelora,” kata dia beberapa waktu lalu dikutip dari Genpi.co
PKS Manfaatkan FPI Baru Untuk Mendulang suara Pemilu 2024
FPI baru yang memiliki kepanjangan Front Persaudaraan Islam (FPI) diprediksi masih memiliki daya tarik di masyarakat guna mendulang suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan, pembentukan FPI baru seolah menunjukkan bahwa FPI lama memang masih eksis. Namun demikian, kata dia kekuataan FPI saat ini sudah sangat jauh berkurang dibanding saat Pilpres 2019
Meskipun mulai melemah, bukan berarti FPI tidak memiliki pamor.
Bahkan , dia memprediksi, FPI berpotensi ditunggangi partai politik jelang Pilpres 20214 mendatang.
Fernando menyebut PKS berpotensi besar memanfaatkan kekuatan FPI yang memiliki massa demi mendulang suara.
“Hanya PKS yang berpotensi memanfaatkan kekuatan FPI,” kata Fernando dikutip Nawacitapost.com dari Hops, Jumat (20/8/2021).
Namun, Fernando mengungkapkan bahwa FPI belum tentu mendukung calon presiden yang dijagokan oleh PKS, meksipun FPI sendiri ingin membangun hubungan dengan elit politik tertentu.
Sebelumnya, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin ikut buka suara mengenai logo FPI baru dengan nama Front Persaudaraan Islam (FPI) yang disampaikannya beberapa waktu lalu.
Menurut dia, logo baru ini karena menggantikan logo FPI yang dibubarkan pemerintah pada akhir tahun lalu.
“Jadi FPI memang lahir 17 Agustus 1998 disaat reformasi . Disaat semangat reformasi , FPI berdiri,” ujar Novel dikutip Nawacitapost.com dari JPNN.
Silahkan Nonton Berita Terbaru di NAWACITA TV
https://www.youtube.com/watch?v=1YZsq27B7QY
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 19:18 WIB