Jakarta, NAWACITAPOST - Dosen Universitas Indonesia (UI) yang juga pegiat media sosial, Ade Armando mengomentari soal Anies Baswedan yang marah-marah saat melakukan inspeksi di gedung-gedung perkantoran Jakarta dalam rangka memastikan penerapan PPKM Darurat berjalan baik.
Dalam akun cuitnya, Ade Armando menyikapi seorang netizen yang menyoroti aksi sidak Anies di PT Equity Life.
Dalam akun tersebut salah satu netizen menyebut Anies telah salah sasaran memarahi penanggung jawab di kantor itu sebab PT Euity Life adalah perusahaan yang masuk sektor esensial.
"Pak Anies Baswedan sidak dan marah-marah di PT Equity Life, " kata netizen dengan nama akun Nety_rusi dikutip Selasa (6/7/2021).
"Ternyata PT Equity Life adalah perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, masuk yang termasuk sektor usaha esensial. Menurut peraturan dibolehkan tetap beroperasi. Duh, Pak, bisa kerja gak si. Jadi salah kan, " cuitnya.
Ade Armando ikut menyikapi, menurut dia, Anies Baswedan sebagai Gubernur magang.
"Takut dosa ah ngetawain kebodohan gubernur magang, " kata Ade Armando dalam akun Twitternya, Kamis (8/7/2021).
Sebelumnya, Anies Baswedan berpesan untuk tetap patuhi PPKM darurat.
"Tadi baru saja inspeksi gedung-gedung kantor di Jakarta bersama Kepolisian, Satpol PP dan Disnaker," kata Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan, melalui akun Instagramnya beberapa waktu lalu.
"Kami menemukan masih ada kantor-kantor yang bukan sektor esensial/ kritikal tapi masih tetap masuk bekerja atau esensial tapi melebihi 50%. Ini bukan sekadar pelanggaran peraturan PPKM Darurat yang dibuat pemerintah, ini adalah pelanggaran atas tanggung jawab kemanusiaan," ucapnya.
Kantor-kantor yang melanggar langsung kami segel, ditutup kantornya, semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah dan pemilik/manajer kantor diproses hukum oleh kepolisian.
Sekali lagi ini bukan soal aturan, bukan soal pasal-pasal, ini soal nyawa. Untuk melindungi sesama, melindungi saudara-saudara kita, melindungi pekerja yang bekerja untuk kita. Jangan ada lagi, pemilik dan petinggi perusahaan bisa WFH di rumah dengan aman, sementara pekerjanya diharuskan pergi dari rumah, masuk kerja dan ambil resiko. Ayo, semua harus ikut ambil tanggung jawab itu.
"Bila tempat Anda bekerja bukan sektor esensial, tapi masih masuk 100% atau sektor esensial tapi yg WFO lebih dari 50%, segera laporkan lewat JAKI secara anonim, kerahasiaan pelapor dijamin," terangnya.
"Masa-masa sulit ini akan bisa lebih cepat selesai bila kita semua bekerja sama dengan disiplin menjaga keselamatan bersama," ucap Anies.
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB