Jumat, 5 Juni 2026

Curigai Pimpinannya Tidak Trasnparan, Ferdinand : Kenapa Novel Baswedan Ngotot, Ada Misi Politik kah ?

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 19 Mei 2021 | 11:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Langkah penyidik senior KPK Novel Baswedan yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan pimpinan KPK diduga melanggar kode etik, karena telah menonaktifkan dirinya dan 74 pegawai lainnya akibat tidak lulu tes wawasan kebangsaan (TWK) dsikapi oleh politisi Ferdinand Hutahaean.

Melalui akun twitternya menanggapi soal sikap Novel Baswedan , Ferdinand mempertanyakan motif atau misi dibalik sikap Novel Baswedan tersebut.

“Ngotot banget sih? Ada misi apa kira-kira? Politik kah yang membuatmu sedemikian ngotot? Atau merasa tidak terima kehilangan kekuatan dapat berbuat apa saja?,” cuitnya, dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (19/5/2021).

Diketahui sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan Cs melaporkan lima pimpinan KPK ke Dewas KPK lantaran diduga melanggar kode etik dan bertindak sewenang-wenang dalam proses alih status pegawai menjadi ASN.

Kelima Pimpinan KPK yang dilaporkan ke Dewas KPK, yakni Firli Bahuri , Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Lili Pntauli Siregar, dan Nurul Ghufron.

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB