Baca Juga : Pasca KLB Demokrat, Kekuatan Kubu AHY Mulai Melemah
SELAIN SBY yang menyebut turun gunung karena adanya kekisruhan yang tak bisa diselesaikan Ketua Umum Partai AHU (Kongres V Mei 2020). Kali ini bisa dikatakan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo keluar dari persembunyian. Tampilnya Gatot dalam pernyataan diberbagai media, pada intinya ingin membela kubu AHY.
Baca Juga : Bukan Menkumham Tapi Direktur Jenderal AHU Yang Terima Demokrat Kubu AHY, Sinyal Hasil KLB Deli Serdang Disahkan?
Rekam jejak Gatot setelah pensiun dari militer. Mendirikan kelompok KAMI dengan 8 tuntutan yang memaksa kepada Presiden Jokowi. Inti dari 8 tuntutan KAMI tersebut kesannya Presiden Jokowi harus diperintah dengan format tuntutan dari kelompok KAMI. Tragisnya bukan Jokowi yang lengser, malah KAMI yang lengser dengan sendirinya. Terbukti banyaknya pendirian KAMI yang ditolak oleh masyarakat diberbagai daerah.
Namun, rekam jejak yang tak bisa dihapus juga dari Gatot, ketika Gatot ingin mengajukan pencalonan di Kongres V Demokrat Mei 2020. Hasilnya ditolak, bahkan Gatot tak nampak di arena kongres tersebut.
Jika, Gatot muncul dalam pusaran kisruh Demokrat dengan kesan membela SBY – AHY. Sepertinya ada berbagai penafsiran yang perlu ditelaah. Dalam panggung depannya (biasanya tak tulus dan penuh intrik dan siasat) Gatot seakan ingin disebut pahlawan oleh Demokrat kubu AHY. Panggung belakangnya, sepertinya Gatot menyesal kenapa tawaran dari kader Demokrat tak diterimanya untuk melaksanakan KLB.