Surabaya NAWACITAPOST - Babak penentuan akhir di Pilwali kota Surabaya sudah semakin dekat, Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Machfud Arifin - Mujiaman kian masif turun ke masyarakat menyampaikan visi dan misinya untuk Surabaya kedepan.
Bersama Partai Perindo Surabaya, kali ini Rabu (21/10/20), Machfud Arifin menyapa warga Kupang gunung timur Gg. IV. Bertempat di balai RW06 kelurahan Putat jaya, MA saapaanya menyampaikan solusi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar di masyarakat melalui program-programnya.
Dihadapan calon Walikota Machfud Arifin, Bambang Ketua RW06 menyampaikan bahwa diwilayah RW-nya seringkali terjadi banjir. " Kalau bapak jadi Walikota nanti, mohon kampung kami segera dibuatkan gorong-gorong, khususnya di RT04 supaya kampung kami bebas dari banjir yang telah puluhan tahun dialami warga disini," harapnya.
Selain hal itu, Bambang juga mengeluhkan pendidikan anak di kelurahan Putat Jaya. " Disini tidak ada SMP Negri, jadi apabila saat ini dibuat sistem Zonasi jarak, maka anak-anak disini otomatis sedikit yang bisa masuk sekolah di negri. Mohon hal ini jadi perhatian bapak nantinya," kata Bambang.
Dalam perjumpaan tersebut, Samuel Teguh Santoso ketua DPD Perindo Surabaya berharap warga Putat Jaya tidak ragu untuk memilih Machfud Arifin - Mujiaman pada 9 Desember 2020. " Semua Program di Visi Misi Machfud Arifin - Mujiaman sudah sangat sesuai bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal-hal yang pokok atau mendasar," cakapnya.
Maka dari itu, Samuel mengajak kepada seluruh warga dapat bersama-sama mendukung dan mengawal program-program tersebut. " Maju Kotane, Makmur Wargane," ujar Samuel yang mengaku dekat dengan warga Putat Jaya.
Diawal sambutannya, Machfud Arifin berharap semua yang hadir menjadi juru kampanyenya. " Siapa yang mau jadi Jurkam saya," ujarnya, dan serentak semua yang hadir menjawab 'Siap', tak terkecuali para tokoh masyarakat dan agama serta pengurus kampung yang hadir saat itu. Dan selanjutnya dilakukan penyematan Pin Jurkam oleh Machfud Arifin kepada para tokoh.
Upacara penyematan Pin Jurkam 'Supertim' dari Machfud Arifin kepada para tokoh dan pengurus kampung Kupang Gunung Timur, Putat Jaya. Rabu (21/10/20)
" Jangan sampai gak hadir di TPS nanti, karena nasib surabaya ditentukan waktu itu," ujarnya.
Pengangunan kota, kata Machfud, harus merata dan berkeadilan, bukan hanya ditengah kota. " Maka dari itu, untuk pemerataan pembangunan di kampung-kampung, kita sudah rencanakan melalui program 150 juta per-RT per-tahun. Ini adalah solusi, tidak seperti Musrenbang yang banyak Zonk-nya," kata mantan Kapolda di tiga Wilayah ini.
Dari situ, Machfud meyakinkan, tidak ada lagi warga Surabaya yang tidur dan masak di kuburan. Tidak ada lagi warga Surabaya yang tidak punya Jamban. UMKM dikampung-kampung bisa dikembangkan, " Terserah apa yang menjadi kebutuhan warga bisa langsung direalisasikan dengan dana tersebut. Untuk mengatasi banjir dengan pembangunan gorong-gorong juga bisa. Tentunya dengan pembinaan dan pengawasan yang ketat," ujar Machfud pria kelahiran Ketintang Surabaya tersebut.
Menyinggung insentif kader kampung, Machfud mengatakan bahwa kita masih kalah dengan kota Mojokerto yang Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya jauh dibawah Surabaya. " Bumantik apakah ada yang mau insentif 50.000 setiap menjalankan tugasnya ? monggo pindah ke Mojokerto," ujarnya sembari tertawa.
Machfud melanjutkan dan mengatakan bahwa hal itu akan diwujudkan saat dirinya menjadi Walikota Surabaya kedepan. " Ndak usah pindah, nanti di Surabaya akan kita wujudkan. Begitu juga dengan honor para RT/RW, LPMK serta petugas Posyandu dan pengajar PAUD. Semua akan kita tingkatkan mengingat tugas berat yang diembannya," urainya.
Terkait program-program pro-Rakyat juga telah dipersiapkan Machfud Arifin saat menjabat Walikota kedepan, terutama terkait bidang pendidikan, kesehatan juga ketenagakerjaan.
" Untuk ketenagakerjaan, saya pastikan akan menyiapkan 100 ribu lapangan kerja. Tidak gampang tapi sudah kita diskusikan bersama para ahli dan realistis untuk diwujudkan," terangnya.
Pasar Turi yang saat ini menjadi 'Pasar Turu' nantinya akan kita hidupkan kembali. Surabaya Mall yang didalamnya ada pusat perdagangan Hi-tech saat ini juga sedang 'mati suri'. " Kalau kita hidupkan kembali dan dikelola secara profesional akan menciptakan lapangan kerja yang luar biasa banyaknya," ulas MA sapaannya.