Jakarta, Nawacitapost - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, dominasi mafia dalam pengadaan alat-alat kesehatan harus dikurangi, bahkan dihilangkan.
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) harus memberikan kemudahan bagi produsen dalam negeri untuk berpartisipasi di layanan e-katalog.
Hal itu diungkapkan Rahmad Handoyo, Anggota Komisi IX DPR, menyusul pernyataan keras Menteri BUMN Erick Thohir yang menyatakan pengadaan alat kesehatan dan bahan bakunya masih didominasi oleh mafia.
“Apa yang dikatakan Menteri BUMN itu memang benar. Kenyataannnya, saat ini, Indonesia masih menjadi surganya impor alat-alat Kesehatan," ujar Rahmad, Jum'at (17/4).
Rahmad pun menyatakan bahwa dalam pengadaan alat-alat kesehatan yang didomimasi mafia, menurutnya harus dikurangi bahkan dihilangkan. Lebih lanjut ditegaskan anggota Komisi IX tersebut, solusi dan titik kuncinya ada di LKPP.
"Kalau LKPP membuka ruang dan memberikan kemudahan khusus bagi industri alat kesehatan dalam negeri untuk bisa naik tayang di LKPP, saya kira masalah ini bisa selesai,” katanya.
Sebelumnya disampaikan Erick Thohir Menteri BUMN dalam keterangan resminya melalui Vidcon, Kamis (16/4) menyampaikan keprihatinannya.
"Karena 90 persen alat kesehatan berasal dari impor. Pengadaan alat-alat tersebut, termasuk bahan bakunya bahkan didominasi oleh mafia. Sepertinya memang tidak masuk akal jika alat kesehatan yang remeh temeh dapat dipoduksi dalam negeri, tapi masih tetap impor," ungkap Erick Thohir yang diulang Rahmad.
Dengan demikian politisi PDIP DPR mempertanyakan apakah para mafioso itu dikoordinir oleh segelintir perusahaan untuk mengondisikan agar produsen dalam negeri tidak bisa masuk e-katalog.
"Ini pertanyaan liar dan sederhana yang layak dijawab oleh LKPP,” ujar politisi asal Dapil Jateng V.
Lebih jauh dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DRP dengan LKPP, Kemenkes dan asosiasi produsen alat kesehatan asing maupun dalam negeri, Rahmad menegaskan, bola saat ini ada ditangan LKPP.
“Sekarang kita serahkan kepada LKPP, apakah LKPP memberi karpet merah kepada produsen alat kesehatan dalam negeri atau terus meninabobokan para rente produsen, distributor alat kesehatan asing,” tegasnya.