Jumat, 5 Juni 2026

Tanggapi Ancaman Amien Rais, Jokowi: Jangan Ada Pernyataan Menakutkan Rakyat

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Selasa, 2 April 2019 | 09:13 WIB
Sorong NAWACITA - Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) meminta agar jangan ada pernyataan yang menakut-nakuti rakyat. Jokowi menyarankan, jika ada temuan dugaan pelanggaran dalam Pilpres 2019 ini, bisa dilaporkan ke Bawaslu, dan jika ditemukan unsur pidana, bisa dilaporlan ke polisi.

Pernyataan Jokowi ini menanggapi pernyataan Ketua Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, yang mengatakan akan mengerahkan people power jika ada kecurangan dalam Pilpres 2019.

"Jangan menekan dengan cara menakut-nakuti rakyat," tegas Jokowi kepada awak mediausai kampanye di Aimas Convention Centre, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (1/4).
Jokowi mengatakan ada mekanismenya jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran dalam Pilpres 2019.

"Semuanya ada mekanismenya. Ada UU-nya, ada aturan hukumnya. Kalau dianggap atau mendengar ada kecurangan, silakan laporkan ke Bawaslu. Kan ada mekanismenya," kata Jokowi.

"Pemilunya saja belum, kok sudah teriaknya seperti itu. Kalau ada kecurangan, silakan dilaporkan ke Bawaslu. Kalau ada unsur pidana, laporkan ke polisi. Mekanismenya kan itu," sambungnya.

Jokowi mengatakan yang namanya pesta demokrasi harus diisi dengan semangat kegembiraan, bukan ancaman yang membuat rakyat takut.

"Ini pesta demokrasi. Harusnya senang, gembira. Jangan menakut-nakuti orang yang sedang gembira," ujar Jokowi.

Diketahi, Amien Rais beberapa waktu lalu mengatakan, akan menggelar Apel Siaga Umat 313 untuk mencegah kecurangan pemilu. Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengancam tidak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi), tapi akan menggerakkan massa bila terjadi kecurangan.

Amien menjamin tidak akan ada kekerasan bila nantinya massa memprotes keputusan KPU. Ia mengatakan akan menggerakkan massa secara demokratis.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK. Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah," kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3).

"Bukan revolusi, kalau revolusi ada pertumpahan darah. Ini tanpa sedikit pun darah tercecer, people power akan digunakan," tandasnya.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB