Kamis, 4 Juni 2026

Bawaslu Surabaya Siapkan Peta Dapil Baru, DPRD Akan Bertambah Jadi 55 Kursi

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:16 WIB

NAWACITAPOST.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya menggelar kegiatan "Penguatan Kelembagaan Bawaslu dalam Menjaga Eksistensi Bawaslu sebagai Lembaga Penyelenggara Pemilu yang Berintegritas" di Hotel Majapahit, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini melibatkan unsur Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan, hingga Panwas TPS, serta perwakilan partai politik, organisasi masyarakat, lembaga pemuda dan kemahasiswaan, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Acara dibuka oleh Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernado Thyssen, yang menegaskan bahwa Bawaslu tetap aktif menjalankan fungsi pengawasan meski di luar masa tahapan pemilu.

“Pertanyaan banyak orang adalah, ke mana Bawaslu setelah pemilu berakhir? Apa yang kami kerjakan? Di tengah masa non-tahapan, kami tetap bergerak melakukan penguatan konsolidasi demokrasi di Kota Surabaya,” ujar Novli dalam sambutannya.

Menurutnya, Bawaslu Surabaya secara rutin menggelar diskusi bulanan isu demokrasi bersama partai politik, BEM, NGO, dan komunitas masyarakat sipil. Selain itu, lembaga ini juga memiliki program podcast dua mingguan yang membahas isu-isu demokrasi dan pemilu secara terbuka melalui kanal YouTube Bawaslu Surabaya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Bawaslu tetap eksis, tetap bekerja, sekalipun dalam kondisi efisiensi anggaran. Karena sejatinya, dengan atau tanpa dana besar, kami adalah abdi negara yang menjaga demokrasi,” tegasnya.

Novli juga mengungkapkan tantangan baru dalam penataan daerah pemilihan (dapil) di Kota Surabaya pasca-penambahan kursi DPRD.

“Jumlah penduduk Surabaya kini lebih dari 3 juta jiwa, sehingga alokasi kursi DPRD naik dari 50 menjadi 55 kursi. Konsekuensinya, peta dapil akan berubah. Kami sedang merumuskan konsep terbaik sebelum ditetapkan oleh KPU RI,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Bawaslu Surabaya untuk meneguhkan komitmen dalam menjaga integritas penyelenggaraan pemilu dan memperkuat sinergi lintas lembaga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengawasan pemilu bukan sekadar kerja administratif, tapi kerja moral untuk bangsa,” pungkas Ketua Bawaslu Surabaya, Novli Bernado Thyssen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili oleh Asisten I Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung Bawaslu sebagai pengawal moral demokrasi.

“Demokrasi yang sehat tidak hanya butuh partisipasi rakyat, tetapi juga integritas lembaga yang mengawalnya. Bawaslu adalah penjaga moral demokrasi,” kata Fikser.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya siap bersinergi agar penyelenggaraan pemilu mendatang berlangsung aman, damai, dan bermartabat.

“Kelembagaan yang kuat tidak hanya dibangun oleh aturan, tetapi juga oleh nilai kejujuran dan tanggung jawab moral. Menjaga kepercayaan publik adalah amanah terbesar dari rakyat,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB