Petrus menghimbau agar seluruh Organ dan kekuatan mesin politik pendukung Pak Ganjar dan pak Mahfud ini tidak arogan atau sombong, karena sikap kesombongan dan arogansi itu itu akan menjadi batu sandungan untuk melahirkan simpatik simpatik yang lebih besar.
"Baik itu TPN maupun tim relawan. Saya mengharapkan strateginya lebih inklusif dan betul-betul merangkul kalau memang benar-benar ada tekanan dari pihak lawan," tegas Petrus kembali.
"Buktikan bahwa kubu Ganjar Mahfud ini benar-benar dicintai dan didukung oleh rakyat," ucapnya.
Sekarang ini, masih Petrus adalah ajang pembuktian dan memang sebuah pertaruhan.
"Kita menyadari, pertaruhan Pilpres ini adalah berhadapan dengan 2 lawan yang disatu sisi memainkan jurus dengan membakar semangat fanatisme keagamaan, dan satu sisi lainnya berhadapan dengan Paslon kekuatan struktural sangat hebat, dana dan pemodal yang kuat serta didukung kekuatan struktural penguasa," sebut Petrus.
Tetapi, anjur Petrus, jangan sampai lari ke lawan dan dipermalukan dengan komentar-komentar pihak lawan. "Peran TPN dan Relawan itu 'menjual' kepada sekitar 160 juta pemilih, bukan malah menjadi pengganjal dengan kesombongan dan arogansi."
"Kalau mau menang satu putaran, ya bagaimana 50 persen dari total pemilih bisa 'membeli' pak Ganjar dan pak Mahfud, cara satu-satunya adalah turun kebawah dan rangkul rakyat sebanyak-banyaknya," cetus Petrus.