"Ini politik dan Demokrasi, kalah 0,5 persen saja ya kalah dan siapa yang paling bisa menguasai pangsa pasar sebesar-besarnya dialah pemenangnya, sederhana!" tegas Petrus kembali.
Dengan tidak bermaksut mengajari, Petrus mengajak agar seluruh komponen di Ganjar-Mahfud bisa lebih humble, merendah dan inklusif.
"Ingat! kita Penjual, bukan Pengganjal Ganjar-Mahfud," tegas Petrus Loyani. (BNW)