"Kami tidak mempermasalahkan partai PDIP secara kelembagaan partai Politik, yang kami permasalahkan adalah temuan kami mengarahnya ke sana," katanya.
Heru menjelaskan, ada penambahan-penambahan signifikan di partai PDIP, kemudian juga ada penambahan signifikan di calon nomor satu Adi Sutarwijono dan Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, caleg nomer empat yang terjadi di kecamatan Bulak.
Kemudian di wilayah Gunung Anya, juga terjadi penambahan signifikan kepada caleg nomer 7, Tato Sapto Wahyudin.
Baca Juga: Caleg Surabaya Bahtiyar Rifai 'DIDUGA' Lakukan Money Politik
"Yang pasti, ini adalah kejadian masif yang terjadi merata hampir di setiap TPS, dan korelasinya ada di tingkat kota," sebut Heru kembali.
Terkait sudah disahkan hasil pemilu, Heru mengaku tidak masuk kearah situ, baik ditingkat kota, provinsi atau pusat melalui laporan sengketa pemilu. "Tapi jangan lupa ! pengadilan rakyat itu tetap berjalan. Kesalahan penyelenggara tidak akan benar dengan adanya pleno," tegasnya.
"Mereka sudah melakukan kesalahan, mereka melakukan sudah kejahatan, tetap akan ada pengadilan rakyat. Dan inilah bentuk pengadilan rakyat yang MAKI Jatim tampilkan," Tegas Heru. ***